Datang langsung (dengan perjanjian):
Ruko Panbil blok C No.12B, Muka Kuning.
Dari sekian banyak harapan pengguna Dinar, salah satunya yang sangat banyak diusulkan ke saya adalah merintis dimungkinkannya penukaran Dinar ke uang kertas ataupun sebaliknya dimana saja kapan saja. Kemudahan ini diperlukan karena mau tidak mau kita masih harus menggunakan uang kertas untuk alat tukar kita dalam kehidupan sehari-hari. Dengan M-Dinar Saving Account yang gencar kami perkenalkan beberapa hari terakhir, langkah kearah sana kini telah dimulai. Pemegang Tabungan M-Dinar kini dapat menukar Dinar-nya ke Rupiah ataupun sebaliknya kapan saja dan dimana saja asal bisa mengkases account-nya via internet. Untuk sementara kemudahan ini hanya tersedia bagi pemegang M-Dinar account ataupun M-Dinar Saving Account tersebut. Pembatasan ini adalah karena dua alasan yaitu yang pertama alasan teknis bahwa belum ada satu bank-pun di dunia yang bisa connect langsung dengan system Dinar emas yang kami miliki. Alasan kedua adalah untuk manajemen risiko; yaitu kebutuhan persediaan Dinar dan Rupiah untuk memback-up transaksi penukaran Dinar ke Rupiah dan Sebaliknya hanya bisa dilakukan terhadap exposure jumlah Dinar dan jumlah Rupiah yang bisa kami ketahui – yaitu jumlah Dinar dan jumlah Rupiah yang ada di seluruh account klien kami tersebut setiap saat. Untuk memfasilitasi transaksi ini, setiap pemegang M-Dinar Saving Account di BMT Daarul Muttaqiin akan memiliki dua account sekaligus yaitu Account Dinar dan Account Rupiah seperti pada gambar tersebut diatas. Antar dua account inilah Anda dapat melakukan penukaran Dinar ke Rupiah dan sebaliknya, kapan saja dan dimana saja. Jadi untuk bisa menikmati kemudahan tersebut diatas pertama Anda perlu mendaftar di M-Dinar yang caranya ada di link ini; setelah mendaftar Anda dapat mentrasfer jumlah Dana yang akan Anda tukarkan ke Dinar untuk dimasukkan menjadi saldo awal Anda di M-Dinar. Dengan fasilitas M-Dinar ini Anda tidak harus mengkonversi Dinar langsung pada saat Anda transfer, Anda bisa memasukkan dahulu ke fasilitas Rupiah Account Anda di BMT Daarul Muttaqqiin, dan baru menukarkannya ke Dinar kapan saja Anda comfortable dengan harganya. Untuk menyetor saldo awal atau menambah saldo Anda di M-Dinar Saving Account, Anda dapat melakukan transfer ke : KOP. BMT. DAARUL MUTTAQIIN a/c no : 1720008685 BANK SYARIAH MANDIRI (Swift Code : SYMDIDJ1). Setoran awal minimum adalah setara 0.25 Dinar, setoran minimum berikutnya setara 0.1 Dinar. Setelah Anda transfer, Anda diminta memberitahu kami via email atau sms ke no 02193300300 yang berisi nama, nomor account (bila sudah ada) dan jumlah yang ditransfer untuk mempercepat rekonsiliasi bank. Catatan-catatan penting yang perlu Anda ketahui tentang penggunaan penukaran Dinar ke Rupiah dan sebaliknya dari Rupiah ke Dinar via internet ini adalah sebagai berikut : Transaksi sejenis M-Dinar ini di tingkat internasional sudah di fasilitasi antara lain oleh e-gold; GoldMoney; dan e-Dinar. Jadi M-Dinar bukan hal yang sama sekali baru di dunia internasional meskipun system yang kami kembangkan berbeda dari contoh-contoh yang sudah ada tersebut. Aspek syar’i dari transaksi Dinar berbasis teknologi ini sudah pernah kami bahas melalui tulisan tanggal 26 Januari 2009. Ketika Anda akan menukarkan Dinar Anda ke Rupiah, maka system kami akan otomatis menghitungnya berdasarkan Harga Beli yang berlaku saat transaksi Anda akan dieksekusi. Anda akan diberitahu otomatis berapa harga beli tersebut dan berapa Rupiah yang akan Anda terima. Harga beli ini kemungkinan sedikit berbeda dengan harga beli GeraiDinar, tetapi perbedaan ini hanya karena dampak pembulatan perhitungan saja. Sebaliknya ketika Anda akan menukarkan Rupiah ke Dinar, maka system akan menghitungnya berdasarkan Harga Jual yang berlaku saat transaksi. Anda juga akan diberitahu otomatis harga jual ini dan berapa Dinar yang akan Anda peroleh dalam penukaran ini. Bila Anda melakukan penukaran Dinar ke Rupiah kemudian pada saat yang sama menukar balik Rupiah yang Anda peroleh ke Dinar – maka Anda akan kehilangan 4 % – inilah margin penukaran yang kita berlakukan untuk membiayai seluruh operasi M-Dinar ini sekaligus juga untuk mencegah orang menggunakan system ini untuk berspekulasi. Menukar Dinar ke Rupiah hanya kami sarankan bila Anda memang benar-benar membutuhkannya dan bukan untuk berspekulasi. Dinar hasil penukaran ini bisa diambil di kantor GeraiDinar pada hari dan jam kerja, nantinya juga akan dimungkinkan diambil di agen-agen GeraiDinar atau Koperasi/BMT yang bekerjasama dengan GeraiDinar/BMT Daarul Muttaqiin setelah para mitra kami tersebut siap. Rupiah hasil penukaran Dinar dapat diambil di kantor GeraiDinar/BMT Daarul Muttaqiin atau atas permintaan Anda dapat di transfer ke Account Anda di bank mana saja pada hari dan jam kerja. Dengan fasilitas baru ini era muamalah yang adil dengan menggunakan uang yang adil Dinar dan dirham insyaallah bisa segera dimulai. Amin. Pengunjung mencari info tentang :penukaran uang dinar di batam
Sejak pertama kali kami memperkenalkan Dinar emas sebagai instrumen investasi dan proteksi nilai (kelak insyaallah dengan sendirinya akan menjadi alat tukar), tidak hentinya kami bekerja keras untuk terus menghasilkan applikasi-apllikasi yang mudah dalam menggunakan Dinar emas ini. Teknologi M-Dinar yang kami perkenalkan awal tahun ini mendapatkan response yang amat baik meskipun penyempurnaan terus menerus tetap kami lakukan. Teknologi ini kini menjadi infrastruktur produk GeraiDinar yang baru hasil kolaborasi dengan Koperasi BMT Daarul Muttaqiin. Dengan Tabungan M-Dinar yang kami perkenalkan kemarin, kini masyarakat yang ingin menabung Dinar dapat menggunakan sarana internet seperti account M-Dinar selama ini ataupun melalui tabungan fisik – yaitu menggunakan Buku Tabungan M-Dinar untuk mencetak posisi saldo, setoran, penarikan fisik Dinar dlsb. Karena Tabungan M-dinar menggunakan konsep Aqad Mudharabah, penabung Dinar tidak dikenakan biaya penyimpanan atau biaya apapun. Bahkan nantinya setelah Dinar benar-benar berputar secara fisik mendanai kegiatan ekonomi sektor riil, penabung M-Dinar akan mendapatkan bagi hasilnya dalam bentuk Dinar.
Mungkin karena banyaknya tulisan saya di situs ini sehingga sebagian pembaca malah bingung mengapa kita memilih Dinar untuk menjalankan tiga fungsi uang sekaligus yaitu sebagai store of value (proteksi nilai), unit of account (timbangan muamalah yang adil) dan ujungnya nanti dengan sendirinya akan menjadi medium of exchange (alat tukar) yang berlaku secara universal.
Alasan pertama tentu karena Dinar emas adalah uang yang digunakan oleh Rasulullah SAW tidak hanya untuk jual beli, tetapi juga untuk penerapan syariah itu sendiri.
Penentuan sikaya dan si miskin yang memiliki hak dan kewajiban berbeda – batasnya adalah nisab zakat yang diukur dengan 20 Dinar atau 200 Dirham.
Hukum potong tangan bagi pencuri menjadi tidak berlaku bila seorang mencuri karena lapar dan yang dicuri-pun hanya cukup untuk makan saat itu, batasannya adalah nisab pencuri ¼ Dinar.
Seorang pembunuh bisa dibebaskan dari hukum qisas (dibunuh) bila keluarga korban memaafkan dan si pembunuh bersedia membayar diyat atau uang darah yang besarannya 1000 Dinar.
Dalam tulisan saya tanggal 25 Februari 2009 dengan judul “Dinar Emas : 22 Karat Atau 24 Karat-Kah ?” saya menjelaskan mengenai berapa karat koin Dinar seharusnya. Kali ini saya ingin mengulas lebih dalam menyangkut apakah Dinar harus berupa koin emas atau bisa berupa emas dalam bentuk lain.
Dari sekian banyak sumber yang coba saya gali, satu-satunya dalil kuat yang mengatur tentang Dinar adalah mengatur tentang beratnya – yaitu apabila dipertukarkan sama jenis (emas dengan emas) haruslah sama beratnya.
Haditsnya adalah Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari ‘Ubadah bin Shamit, Nabi s.a.w bersabda: “(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (denga syarat harus) sama jumlahnya dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.”
Dari tulisan sebelumnya kita ketahui bahwa dunia Islam baru mencetak dan menggunakan Dinar-nya sendiri sekitar tahun 75 H-76 H. Bisa dibayangkan saat itu betapa sulitnya mencetak Dinar dengan baik, lihat Dinar Islam diawal-awal pencetakannya seperti gambar diatas. Kalau dilihat bentuknya, tidak bisa dakatakan standar bukan ?.
