Datang langsung (dengan perjanjian):
Ruko Panbil blok C No.12B, Muka Kuning.
Ketika sepuluh bulan lalu saya menulis Tinggalkan Dollar Selagi Sempat…!, banyak yang mengkritik tulisan tersebut sebagai provokatif, tidak realistik, sentimen pribadi, apriori terhadap barat dan lain sebagainya. Nah sekarang terbukti sepuluh bulan kemudian United Nation (PBB) – badan yang paling dihormati pemerintah-pemerintah dunia – seperti menguatkan seruan tersebut dalam laporannya paling gres yang dikeluarkan kemarin, siapa yang tidak realistik sekarang ?. Seperti dikutip kantor berita Reuters yang kemudian menyebar ke seluruh dunia lewat berbagai media, laporan terbaru PBB yang di released Selasa kemarin menyerukan ditinggalkannya US Dollar sebagai mata uang cadangan utama dunia (main reserve currecy). Alasan utamanya adalah sudah terbukti bahwa US$ tidak dapat menjaga nilainya. Disebutkan pula di laporan ini bahwa negara-negara berkembang paling dirugikan dengan penurunan nilai terus menerus dari US$ dalam beberapa tahun belakangan ini. “Termotivasi oleh keinginan memproteksi diri (self-insurance) dari gejolak pasar komoditi dan aliran modal, banyak negara berkembang menumpuk US$ sebagai cadangan selama dasawarsa 2000-an” kata laporan tersebut.
Pertemuan para pemimpin dunia kelompok G-20 baru berlangsung akhir pekan lalu 26-27 Juni 2010 di Toronto, Canada. Di permukaan, pertemuan reguler dari para pemimpin dunia tersebut mengusung tema yang keren “Recovery and New Beginnings”. Itu setidaknya yang tersurat, lantas apa yang tersirat dari pertemuan tersebut ?. Namanya juga tersirat – tidak tertulis hitam diatas putih – maka sifatnya multi tafsir. Bagi saya sendiri melihat temanya yang “Recovery and New Beginnings” ini menyiratkan bahwa sejak krisis berlangsung dua tahun lalu, berbagai pertemuan dalam berbagai tingkat belum berhasil membuat ekonomi dunia recover dan memulai hal yang baru – makanya baru berniat recover dan memulai yang baru sekarang. Bila belajar dari pertemuan sebelumnya dengan tema “Stability, Growth & Job” ; yang ternyata tidak memberi hasil yang diharapkan, karena tidak lama setelah pertemuan ini, justru guncangan demi guncangan malah menyusul seperti krisis di Dubai, Yunani, Portugal, Irlandia, Italy, Spanyol dlsb. – maka akankah dunia berharap hasil konkrit dari pertemuan –pertemuan semacam ini ?.
Pada tahun 1982 ada film dengan latar belakang Perang Dunia ke II yang diberi judul Sophie’s Choice. Film yang meraih banyak piala ini, menceritakan pengalaman seorang ibu (Sophie) dengan dua anaknya – laki (Jan) dan perempuan (Eva)- yang ditahan oleh serdadu musuh. Si ibu diberi tawaran oleh serdadu musuh, salah satu dari anaknya hendak dibunuh – tetapi siibu disuruh memilih yang mana. Bila dia tidak mau memilih – maka keduanya akan dibunuh. Si ibu tidak bisa memilih, tetapi harus memilih – maka dipilihlah anak laki-lakinya Jan yang tetap hidup dan anak perempuannya Eva yang dibunuh musuh. Pilihan yang amat sangat sulit – sehingga sepanjang sisa hidupnya siibu ini hanya bisa menyesali keputusan yang harus diambilnya. Judul film ini begitu terkenalnya sehinggan istilah Sophie’s Choice menjadi istilah baru saat itu untuk menggambarkan bila kita dihadapkan pada suatu kondisi yang sama tidak enaknya – sama seperti istilah ‘Buah Simalakama’ yang kita kenal. Istilah ini-pun belakangan digunakan oleh para pengamat Dollar untuk menggambarkan kesulitan dunia untuk memilih antara mempertahankan Dollar sebagai reserve currency atau menggantinya dengan mata uang lain yang belum diketahui apa bentuknya. Pengunjung mencari info tentang :Shopies choice adalahfilm sophies choice menceritakan
Sudah beberapa pekan ini harga emas dunia berada di atas rekor-nya akhir tahun lalu di angka US$ 1,226/Oz; bahkan dalm perdagangan Jum’at lalu sempat diperdagangkan ditas US$ 1,260/Oz. Sampai pagi ini-pun ketika pasar Sidney mulai buka harga emas masih berada di sekitar angka rekor tertinggi tersebut. Tidak ada yang mengejutkan dengan pencapaian rekor ini karena beberapa jam sebelum pasar London dibuka dan kemudian juga pasar New York Jum’at lalu, di situs ini juga sudah kita sajikan prediksi para pakar per-emasan dunia yang memang keseluruhannya memprediksi naik. Perbedannya hanya pada sampai berapa kenaikan ini terjadi, kapan terjadinya dan apa alasannya. Ada hal yang tersirat dari pendapat para pakar tersebut tentang kenaikan harga emas yang mereka prediksi. Di masa-masa yang lalu ketika emas tinggi, biasanya dibarengi dengan US$ yang lemah. Contohnya lihat di grafik pada area yang saya beri shadow merah, lihat misalnya pada saat rekor tertinggi Maret 2008 ketika harga emas mencapai angka US$ 968/Oz – saat itu US$ Index mencapai angka terendahnya dibawah 72.
Bagi yang mengira bahwa harga emas dunia dikisaran US$ 1,230/oz atau di Indonesia pada kisaran Rp 367,000/gr hari-hari ini sudah ketinggian sehingga berniat menjual emas/Dinarnya atau menunda investasinya, tulisan saya kali ini barangkali bermanfaat untuk melengkapi pertimbangan Anda. Kali ini bukan pendapat saya yang dominan, tetapi saya ambilkan dari 10 ahli per-emas-an dunia yang sangat kompeten dibidangnya. Saya sarikan prediksi harga emas oleh para ahli ini, masing-masing lengkap dengan alasannya sebagai berikut : 1. Peter Schiff (President & Chief Global Strategist dari Euro Pacific Capital) Peter Schiff ini memprediksi harga emas akan mencapai US$ 5,000/oz – US$ 10,000/oz dalam 5 sampai 10 tahun mendatang , dengan alasan bahwa masyarakat dunia akan semakin takut dengan penurunan nilai (debasement) mata uang kertasnya menyusul serangkaian krisis ekonomi, real estate, mortgage meltdown, credit crunch, subprime debacle dan entah apa lagi nama krisis-krisis berikutnya. 2. David Rosenberg (Mantan Merril Lynch Economist, Sekarang Chief Economist & Strategist di Gluskin Scheff) David memberikan estimasi yang menurutnya sendiri masih konservatif di angka US$ 3,000/oz dalam waktu dekat. Alasannya adalah : bila didasarkan pada rasio harga emas dan GDP tiga decade kebelakang, harga emas seharusnya berada pada US$ 5,300/oz. Bila disetarakan dengan CPI (Consumers Price Index) , maka harga emas seharusnya sudah berada pada kisaran US$ 2,300/oz. Bila rasio yang digunakan adalah rasio harga emas dengan jumlah uang M1, maka harga emas harusnya sudah berada pada angka US$ 3,100/oz. Pengunjung mencari info tentang :pakar emasharga emas 2014prediksi harga emas2014pendapat ahli emasprediksi ahli ekonomi islam tentang mata uang internasionalprediksi harga perak menurut islam
