<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Batam Cahaya Dinar</title>
	<atom:link href="http://batamdinar.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://batamdinar.com</link>
	<description>Pusat Penjualan Dinar Emas dan Dirham Perak</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Mar 2012 00:25:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Dinaria Episode 009 : Memimpin Melalui Contoh</title>
		<link>http://batamdinar.com/2012/03/dinaria-episode-009-memimpin-melalui-contoh/</link>
		<comments>http://batamdinar.com/2012/03/dinaria-episode-009-memimpin-melalui-contoh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2012 00:25:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhaimin Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[dinaria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batamdinar.com/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari Sang Pemimpin kedatangan utusan dari wilayah yang jauh yang tidak puas dengan pemimpin daerah atau gubernur-nya. Utusan-utusan daerah ini mengungkapkan kekesalannya : “Wahai Sang Pemimpin, kami mengadukan nasib kami yang didhalimi oleh gubernur kami. Dia mengambil lahan kami dengan alasan untuk pembangunan, dia tidak membayar kami kecuali dengan uang yang sedikit. Dia menerapkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2012%2F03%2Fdinaria-episode-009-memimpin-melalui-contoh%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2012%2F03%2Fdinaria-episode-009-memimpin-melalui-contoh%2F&amp;source=BatamDinar&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Suatu hari Sang Pemimpin kedatangan utusan dari wilayah yang jauh yang tidak puas dengan pemimpin daerah atau gubernur-nya. Utusan-utusan daerah ini mengungkapkan kekesalannya : “<em>Wahai Sang Pemimpin, kami mengadukan nasib kami yang didhalimi oleh gubernur kami. Dia mengambil lahan kami dengan alasan untuk pembangunan, dia tidak membayar kami kecuali dengan uang yang sedikit. Dia menerapkan pajak yang berlebihan kepada kami sehingga pendapatan kami selalu tidak cukup. Dia tidak membangun pasar untuk kami sehingga kami tidak bisa melakukan jual beli secara maksimal. Dia tidak membuat pengairan untuk lahan kami sehingga produktifitas pertanian kami sangat rendah. Dia tidak membuat sekolah-sekolah yang baik dan terjangkau sehingga anak-anak kami tidak terdidik.  Dia tidak menjaga daerah kami sehingga banyak perampokan dan kejahatan di daerah kami…</em>”.</p>
<p>Mendengar sumpah serapah rakyatnya yang menjerit karena kedhaliman pemimpin di daerahnya ini, Sang Pemimpin tidak langsung mengambil tindakan ataupun memberi jawaban. Sang pemimpin hanya meyampaikan : “<em>Wahai rakyatku yang mengadu, aku terima aduan kalian ini – tetapi aku belum bisa memberikan jawaban ke kalian ataupun tindakan apa yang akan aku lakukan. Maka kembalilah kalian menemuiku satu bulan sejak sekarang</em>”.</p>
<p>Setelah para utusan tersebut pergi, Sang Pemimpin mengunci kantornya untuk menyendiri berhari-hari. Dia merenungkan apa yang disampaikan oleh rakyatnya tersebut dan berkata pada dirinya sendiri : “<em>bagaimana aku bisa menegur gubernurku, bila aku sendiri tidak yakin dapat memperbaikinya ?</em>”.</p>
<p><span id="more-452"></span></p>
<p>Maka selama beberapa minggu kemudian, Sang Pemimpin bekerja keras untuk memperbaiki kondisi rakyat di wilayah tempat Sang Pemimpin tinggal. Dia meneliti apakah rakyatnya ada yang diambil hak tanahnya tanpa dibayar secara wajar. Dia memeriksa apakah rakyatnya dibebani pajak yang memberatkan. Dia memeriksa pasar-pasar yang ada apakah sudah memberikan peluang yang sama pada rakyatnya. Dia memeriksa pengairan apakah sudah sesui dengan peruntukannya. Dia memeriksa sekolah-sekolah apakah sudah memberikan akses pendidikan yang cukup bagi rakyat di wilayahnya. Dia memeriksa kemanan wilayahnya dang mengecek langsung apakah rakyatnya merasa aman.</p>
<p>Maka ketika sebulan kemudian utusan-utusan dari daerah yang jauh tersebut kembali menemuinya, Sang Pemimpin menjawab : “<em>Aku sedang memanggil gubernur kalian untuk mengingatkannya.  Bila panggilanku kepadanya belum sampai, aku titipkan pada kalian surat panggilan kedua agar panggilan ini benar-benar sampai kepadanya</em>”.</p>
<p>Lalu dari sebagian utusan tersebut mempertanyakan langkah Sang Pemimpin : “<em>Mohon maaf tuan, tetapi mengapa hanya untuk memanggil gubernur kami tuan harus meminta kami menunggu satu bulan ?, bukankah ini membuang-buang waktu dan memperpanjang penderitaan kami ?</em>”.</p>
<p>Dengan bijak Sang Pemimpin menjawab : “<em>Bila gubernur kalian aku panggil sebulan yang lalu, aku belum bisa memberinya contoh apa yang mestinya dilakukan. Aku memang memanggilnya sebulan terlambat, tetapi sekarang aku bisa memberinya contoh langsung sehingga tidak ada alasan baginya untuk kembali men-dhalimi kalian semua.</em>”</p>
<p>Setelah surat panggilan sampai di tangan gubernur; sang gubernur ini bergegas menemui Sang Pemimpin. Sang Pemimpin tidak menasihatinya melalui ucapan, tetapi diajaknya sang gubernur ini keliling wilayah yang secara langsung dalam pengawasan Sang Pemimpin. Diajaknya melihat bagaimana jalan dibangun dan didanai, bagimana pasar dikelola, bagaimana pembagian air irigasi diatur, bagimana sekolah-sekolah di danai dan di kelola, serta bagaimana keamanan dijaga.</p>
<p>Setelah itu Sang Pemimpin menyampaikan : “<em>Buat daerahmu seperti apa-apa yang baru kamu lihat tadi, dalam satu bulan aku akan berkunjung kesana dan aku ingin melihatnya !</em>”.</p>
<p>Sepulang kembali ke daerahnya sang gubernur mengumpulkan seluruh aparatnya untuk segera melaksanakan apa yang baru dilihatnya dengan Sang Pemimpin.  Karena semua contohnya jelas, tidak sulit bagi gubernur ini untuk membuat perubahan besar di daerahnya dalam waktu satu bulan yang diberikan oleh Sang Pemimpin.</p>
<p>Ketika sebulan kemudian Sang Pemimpin berkunjung ke daerah tersebut , sebelum ketemu gubernurnya Sang Pemimpin mendahulukan menemui para utusan yang pernah datang ke kantornya – untuk memeriksa apakah gubernurnya benar-benar melaksanakan contoh yang telah dia berikannya. Dia memperoleh jawaban yang menggembirakan bahwa semuanya kini berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh rakyat yang semula merasa terdzalimi tersebut.</p>
<p>Namun dalam perjalanan lanjutan untuk menemui sang gubernur, ditengah jalan Sang Pemimpin dihadang dan dicaci maki oleh sekelompok orang. Sang Pemimpin sambil tersenyum hanya menjawab : “<em>Semoga kebaikan untuk kalian semua hari ini…!</em>” , kemudian dia melanjutkan perjalanannya.</p>
<p>Sesampainya di kantor gubernur, Sang Pemimpin menyampaikan apa yang dilihatnya : “<em>yang baik jelas nampak, demikian pula yang buruk</em>”. Kemudian melanjutkan “<em>Daerah kalian selama ini tidak makmur dan rakyat merasa terdzhalimi karena ada sekelompok orang yang mempermainkan tanah mereka, yang korup, yang opportunis dan gemar mengambil hak orang lain</em>.”</p>
<p>Sang gubernur penasaran, “ <em>dari mana tuan tahu adanya mereka ini ?</em>”. Sang Pemimpin menjawab, “<em>yang buruk itu gerah dengan kebaikan, maka dia akan selalu menampakkan diri karena berusaha menghalangi kebaikan</em>.”  Lalu dia melanjutkan “<em>carilah orang-orang yang menghadang saya di jalan tadi, carilah tuan-tuan mereka dan awasi apa pekerjaan mereka semua</em>”.</p>
<div><span style="font-family: Helvetica, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: small;"><br />
</span></div>
<div class="shr-publisher-452"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2012%2F03%2Fdinaria-episode-009-memimpin-melalui-contoh%2F' data-shr_title='Dinaria+Episode+009+%3A+Memimpin+Melalui+Contoh'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2012%2F03%2Fdinaria-episode-009-memimpin-melalui-contoh%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2012%2F03%2Fdinaria-episode-009-memimpin-melalui-contoh%2F' data-shr_title='Dinaria+Episode+009+%3A+Memimpin+Melalui+Contoh'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batamdinar.com/2012/03/dinaria-episode-009-memimpin-melalui-contoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Kabar Harga Emas?</title>
		<link>http://batamdinar.com/2012/02/apa-kabar-harga-emas/</link>
		<comments>http://batamdinar.com/2012/02/apa-kabar-harga-emas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 00:07:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhaimin Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[dinar]]></category>
		<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[Credit Default Swaps]]></category>
		<category><![CDATA[derivatives]]></category>
		<category><![CDATA[harga emas]]></category>
		<category><![CDATA[krisi Iran]]></category>
		<category><![CDATA[krisis Yunani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batamdinar.com/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[Sebulan lebih saya tidak menulis tentang harga emas karena memang relatif tidak ada hal yang baru di pasar emas dunia akhir-akhir ini. Bahkan sudah sekitar lima bulan terakhir harga emas landai di grafik 1 tahun kita. Namun secara berkala saya tetap ingin meng-update pembaca situs ini, agar tetap bisa mengikuti pergerakan pasar emas dunia terkini. Lebih- [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2012%2F02%2Fapa-kabar-harga-emas%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2012%2F02%2Fapa-kabar-harga-emas%2F&amp;source=BatamDinar&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sebulan lebih saya tidak menulis tentang harga emas karena memang relatif tidak ada hal yang baru di pasar emas dunia akhir-akhir ini. Bahkan sudah sekitar lima bulan terakhir harga emas landai di grafik 1 tahun kita. Namun secara berkala saya tetap ingin meng-<em>update</em> pembaca situs ini, agar tetap bisa mengikuti pergerakan pasar emas dunia terkini. Lebih- lebih bila ada potensi-potensi gerakan yang menarik di pasar dalam waktu dekat. Berikut adalah beberapa hal yang secara dominan akan segera menjadi pendorong fluktuasi harga emas itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Yunani</strong></p>
<p>Krisis Yunani dan beberapa negara Eropa lain yang mirip, telah menyandera harga emas selama lebih dari enam bulan ini. Dalam posisi <em>status quo</em> – dunia akan tetap menunggu seperti yang terjadi selama ini. Bila dalam waktu dekat masalah Yunani ini bisa ada penyelesaian yang diterima pasar, maka Euro Zone akan ikut terakngkat – <a title="Euro Jatuh, Emas Juga Jatuh" href="http://batamdinar.com/2011/12/euro-jatuh-emas-juga-jatuh/">Euro naik, US Dollar turun dan emas juga naik.</a></p>
<p>Sebaliknya bila masalah Yunani ini memburuk, Euro akan terseret memburuk, pasar lari ke <a title="Euro Jatuh, Emas Juga Jatuh" href="http://batamdinar.com/2011/12/euro-jatuh-emas-juga-jatuh/">Dollar- Dollar naik dan emas akan turun</a>.  Ini adalah efek jangka pendeknya bila situasi Yunani memburuk tetapi tidak atau belum sampai dinyatakan secara resmi sebagai gagal bayar atau <em>default</em>.</p>
<p>Bila situasinya terus memburuk dan akhirnya Yunani harus dinyatakan <em>default</em>, maka seluruh system keuangan dunia akan terkena getahnya. Termasuk bank-bank besar dunia yang berpusat di Amerika Serikat. Pasar produk <em>derivatives</em> bank-bank di Amerika ini mencapai sekitar US$ 250 trilyun, menurut <a href="http://www.kingworldnews.com/">King World News</a> sekitar US$ 30 trilyun-nya adalah berupa <em>Credit Default Swaps</em> (CDS) yang tentu mengalir jauh sampai Yunani juga.</p>
<p><span id="more-451"></span></p>
<p>Kerugian melalui CDS inilah yang kemudian harus diserap oleh bank-bank besar Amerika – yang karena <em>magnitude</em> –nya sangat besar, gempa financial yang ditimbulkannya juga akan sangat dasyat. ‘Gempa-gempa’ financial global skala kecil dan menengah yang sudah terjadi selama lima tahun terakhir, bisa jadi barulah <em>symptoms</em> atau gejala-gejala dari ‘gempa’ yang lebih besar dalam waktu yang tidak terlalu lama.</p>
<p>Bila perbankan Amerika jatuh, US$ juga akan terseret jatuh dan harga emas akan kembali menjulang tinggi.</p>
<p>Secara statistik Anda dapat lihat kondisi tersebut diatas di grafik paling besar GeraiDinar.Com. Ketika cursor Anda taruh diatas grafik ini akan muncul tulisan <a href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_forecastcharts" class="broken_link">click to predict</a>, klik mouse Anda maka akan ditampilkan grafik yang setengah terisi – Anda bisa pilih periode 6 bulan, 1 tahun – 3 tahun. Anda juga akan bisa pilih prediksi secara <em>linear, polynomial</em> atau <em>moving average</em>.</p>
<p>Maka inilah cara statistik memotret gejala-gejala di alam ataupun di pasar. Statistik memotret trend apa adanya – bukan opini saya atau opini Anda. Untuk jangka pendek misalnya – 6 bulan dan 1 tahun, bisa saja harga turun karena statistik 12 bulan terakkir memang menunjukkan kemungkinan ini. Namun untuk periode 2 – 3 tahun seluruh pendekatan statistik menunjukkan trend lonjakan yang sangat significant, karena memang itu pulalah yang dipotret gejala-gejalanya  yang terjadi selama 2 – 3 tahun terakhir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Iran</strong></p>
<p>Krisis Iran bisa menjadi bola liar yang juga akan mengguncang ekonomi dunia bila tereskalasi tidak terkendali dalam waktu dekat. Dampak langsungnya sudah terasa pada harga minyak dunia yang sudah menyentuh US$ 105/barrel pagi ini &#8211; pada saat artikel ini saya tulis.</p>
<p>Krisis Iran ini bisa mempengaruhi harga emas dunia melalui dua jalur, yaitu pertama naiknya harga minyak dunia yang pada umumnya diiringi oleh naiknya harga emas. Dan kedua ketidak-pastian ekonomi dunia yang ditimbulkannya, setiap kali ketidak-pastian ini meningkat – pasar akan mencari tempat berpegang yang aman atau <em>safe haven</em>, dan emas-lah <em>safe haven</em> yang paling terbukti efektivitasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>China</strong></p>
<p>China yang selama ini perkasa, mulai juga terkena dampak berlarutnya <em>status quo</em> krisis di negara-negara tujuan ekspornya. Dalam upaya mendorong ekonominya, baru-baru ini China menurunkan <em>reserve requirement</em>-nya yang diharapkan berdampak pada peningkatan daya saing ekonomi-nya.</p>
<p>Amerika yang merupakan mitra dagang utama China, pasti juga akan terpengaruh dengan kebijakan otoritas China ini. Dollar akan turun dan berarti harga emas dunia akan terdorong naik.</p>
<p>Sebenarnya masih banyak hal lain yang bisa mempengaruhi fluktuasi harga emas dunia kedepan, termasuk kondisi internal ekonomi Amerika dengan US$-nya. Tetapi tidak semua saya uraikan dampaknya di tulisan ini kawatir menjadi terlalu panjang untuk satu tulisan.</p>
<p>Dari sejumlah faktor tersebut, klik grafik diatas akan membantu menyederhanakan kurang lebih seperti apa harga emas kedepan. <em>Tips</em>-nya sederhana, jangan berspekulasi dengan harga emas dalam jangka pendek, tetapi amankan jerih payah Anda selama ini – khususnya dana yang Anda sisihkan untuk biaya sekolah anak-anak, dana pension, tunjangan hari tua, tabungan rumah, tabungan biaya kesehatan dan dana-dana lain yang peruntukannya jangka panjang.</p>
<p>Wa Allahu A’lam.</p>
<div><span style="font-family: Helvetica, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: small;"><br />
</span></div>
<div></div>
<div></div>
<div class="shr-publisher-451"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2012%2F02%2Fapa-kabar-harga-emas%2F' data-shr_title='Apa+Kabar+Harga+Emas%3F'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2012%2F02%2Fapa-kabar-harga-emas%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2012%2F02%2Fapa-kabar-harga-emas%2F' data-shr_title='Apa+Kabar+Harga+Emas%3F'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batamdinar.com/2012/02/apa-kabar-harga-emas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inflasi Terhadap Dinar?</title>
		<link>http://batamdinar.com/2012/01/inflasi-terhadap-dinar/</link>
		<comments>http://batamdinar.com/2012/01/inflasi-terhadap-dinar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 01:48:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhaimin Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[dinar]]></category>
		<category><![CDATA[harga kambing]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batamdinar.com/?p=449</guid>
		<description><![CDATA[Harian umum Republika kemarin (Kamis 26/01/2012) memuat tulisan dua pakar ekonomi tentang Promosi Dinar-Dirham. Intinya mengomentari bahwa promosi Dinar-Dirham selama ini dikatakannya sebagai  ‘sangat kontra produktif’,  ‘lebay’ dan ‘kurang mendidik’.  Masalah yang diangkat adalah katanya ada yang mempromosikan Dinar sebagai uang yang ‘tidak mengenal inflasi’ – entah siapa yang dimaksud. Maka melalui tulisan ini saya ingin meluruskan saja, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2012%2F01%2Finflasi-terhadap-dinar%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2012%2F01%2Finflasi-terhadap-dinar%2F&amp;source=BatamDinar&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Harian umum Republika kemarin (Kamis 26/01/2012) memuat tulisan dua pakar ekonomi tentang Promosi Dinar-Dirham. Intinya mengomentari bahwa promosi Dinar-Dirham selama ini dikatakannya sebagai  ‘sangat kontra produktif’,  ‘lebay’ dan ‘kurang mendidik’.  Masalah yang diangkat adalah katanya ada yang mempromosikan Dinar sebagai uang yang ‘tidak mengenal inflasi’ – entah siapa yang dimaksud. Maka melalui tulisan ini saya ingin meluruskan saja, agar penggerak Dinar-Dirham dan para pembaca situs ini  – termasuk dua penulis tersebut &#8211; bisa tetap melihatnya dengan jernih, dengan kacamata ingin belajar mencari kebenaran.</p>
<p>Intinya ada yang saya sepaham dengan dua ekonom tersebut bahwa inflasi yang disebabkan oleh kebijakan moneter – dengan mencetak uang berlebih, ditiadakan manakala Dinar dan Dirham digunakan.  Karena alasannya di tulisan tersebut disebutkan bahwa pihak otoritas tidak akan bisa mencetak Dinar dan Dirham secara semena-mena.</p>
<p>Tetapi ketika kedua pakar ini menjelaskan bahwa inflasi bisa terjadi dengan adanya perubahan nilai relatif emas terhadap benda-benda lain, nampaknya mereka kurang melakukan kajiannya secara lebih mendalam. Juga kurang konsisten dengan pernyataan bahwa ‘otoritas tidak lagi memiliki kemampuan untuk mencetak uang dengan semena-mena di atas.</p>
<p>Dalam tulisan tersebut disebutkan misalnya ketika harga barang-barang naik dan harga emas cenderung melemah (seperti yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir), maka ini yang dikatakannya sebagai inflasi harga barang terhadap emas.</p>
<p>Yang menurut saya perlu didalami adalah pemahaman tentang inflasi itu sendiri. Maaf saya bukan pakarnya – bisa jadi dua ekonom tersebut lebih tahu dari saya tentang hal ini, tetapi setahu saya pengertian inflasi adalah kenaikan umum harga barang-barang yang disebabkan oleh penurunan daya beli uang. Sedangkan kenaikan harga-harga beberapa barang yang terjadi karena mekanisme pasar <em>supply and demand</em>, saya menyebutnya bukan inflasi – melainkan naik turunnya harga barang yang fitrah di pasar.</p>
<p><span id="more-449"></span></p>
<p>Di jaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika Dinar dan Dirham digunakan-pun kenaikan harga barang-barang ini ini pernah terjadi, tetapi tidak disebut inflasi karena fitrah harga yang terbentuk di pasar – yang beliau sendiri tidak mau mencampurinya.</p>
<p>Diriwayatkan oleh Anas RA : “<em>Orang-orang berkata kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam, ‘Wahai Rasulullah, harga-harga barang naik (mahal), tetapkanlah harga untuk kami. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam lalu menjawab, ‘Alah-lah Penentu harga, Penahan, Pembentang, dan Pemberi rizki. Aku berharap tatkala bertemu Allah, tidak ada seorang-pun yang meminta padaku tentang adanya kedzaliman dalam urusan darah dan harta</em>’”.</p>
<p>Jadi apakah kenaikan harga barang-barang di jaman Rasulullah tersebut adalah sama dengan inflasi yang terjadi ketika daya beli uang menurun ? menurut saya kok bukan, itulah naik turunnya harga barang yang fitrah karena mekanisme <em>supply and demand</em>. Ketika barang yang hendak dibeli dengan Dinar atau Dirham menjadi langka, ya tentu harganya akan naik – bukan karena penurunan daya beli Dinar dan Dirham itu sendiri.</p>
<p>Lantas perbedaannya dimana dengan inflasi ?. Pertama naik turunnya barang yang fitrah tidak disertai penurunan daya beli uang yang digunakan &#8211; karena digunakan untuk membeli barang-barang lainnya dia tetap berharga. Kedua karena daya beli uang tidak menurun, maka harga barang akan kembali menuju keseimbangannya ketika <em>supply</em> barang akan cenderung bertambah ketika harga barang naik – sampai harga kembali normal.</p>
<p>Itulah mengapa hadits tentang harga kambing satu Dinar di atas terbukti hingga kini.  Bukan berarti selamanya satu Dinar, kadang lebih dan kadang kurang tergantung dengan <em>supply and demand-</em>nya. Tetapi dalam jangka panjang dia akan cenderung konvergen menuju kisaran satu Dinar.</p>
<p>Bandingkan hal ini dengan harga kambing dalam Rupiah yang berada di kisaran Rp 1,600/ekor ketika saya kecil akhir tahun 1960-an; tidak pernah balik ke Rp 1,600 hingga kini bukan ? Inilah inflasi itu – harga naik terakumulasi dari waktu ke waktu sehingga tidak pernah balik ke harga tahun-tahun sebelumnya !. Dari waktu ke waktu pergerakan harga divergen, semakin menjauh dari harga pada tahun yang menjadi rujukannya.</p>
<p>Bahwasanya harga emas relatif terhadap barang-barang cenderung konvergen dalam jangka panjang, ini karena <em>supply</em> emas memang tidak pernah berlebihan. Allah menjaganya agar tetap adil sebagai timbangan untuk muamalah seperti yang diungkap oleh Hujjatul Islam Al-Ghazali.</p>
<p>Ini terbukti secara ilmiah dari data statistik ratusan tahun yang menyatakan bahwa supply emas di muka bumi parallel dengan perkembangan jumlah penduduk dunia.  Statistik ratusan tahun tersebut ada di buku saya ‘ Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham’ – halam 105.</p>
<p>Sebenarnya saya tidak mempermasalahkan, seandainya toh yang dimaksud ‘sangat kontra produktif’, ‘lebay’ atau ‘kurang mendidik’ tersebut ditujukan ke saya sekalipun – meskipun saya tidak merasa demikian. Tetapi yang mendorong saya untuk merespon tulisan dua pakar ini adalah bukan yang terkait kritikan terhadap saya- atau penggerak Dinar dan Dirham lainnya  – saya tidak pernah merespon yang demikian, yang mendorong saya untuk merespon justru harapan saya kepada dua penulis  yang dia bersama lembaganya menjadi rujukan masyarakat di media.</p>
<p>Mereka adalah orang-orang pinter dibidangnya, jadi banyak umat percaya dan berharap banyak terhadap mereka. Tetapi lantas jangan sampai mereka begitu PD-nya terhadap ilmu ekonominya, sampai berani menantang hadits dengan kalimatnya yang saya kutip penuh – termasuk penulisan titik komanya sbb : “ <em>Ungkapan yang populer untuk menunjukkan hal ini adalah bahwa dulu waktu zaman Rosulullah harga seekor domba sekitar satu dinar dan sampai sekarangkpun harganya tetap satu dinar. Silahkan anda percaya mengenai hal ini. Tetapi ilmu ekonomi akan berkata lain</em>”.</p>
<p>Yang tersirat dari pernyataan tersebut pertama adalah hadits yang terkait dengan harga kambing ini dianggapnya sebagai ‘ungkapan populer’ semata – yang namanya popular tentu bisa mereda setelah tidak lagi popular, sedangkan keyakinan kita menyatakan bahwa kebenaran al-hadits adalah abadi sampai akhir jaman. Yang kedua penulis mempersilahkan pembacanya untuk mempercayainya, tetapi ilmu ekonomi mereka berkata lain ?</p>
<p>Mungkin saya keliru memahami maksud kalimat tersebut, tetapi kalau yang saya tangkap benar seperti itu maksud mereka – yaitu ilmu ekonomi mereka yang berkata lain yang dianggap lebih benar – maka kemudian digunakannya untuk membantah  kebenaran hadits yang disebutnya sebagai ‘ungkapan populer’, saya jadi berharap banyak kepada saudaraku yang pinter-pinter ini untuk minimal segera beristigfar.</p>
<p>Adab menulis ilmiah apalagi dalam nuansa Islam saja sebenarnya sudah tidak pada tempatnya menggunakan kata-kata ya kurang baik seperti kata-kata  ‘sangat kontra produktif’, ‘lebay’ dan ‘kurang mendidik’ ; apalagi kalau sampai ditambahi dengan nada merendahkan al-Hadits sebagai  ‘ungkapan  populer’ yang bisa dipercayai bisa juga tidak – dan seolah ilmu ekonomi bisa lebih benar ? , maka kata-kata demikian sungguh mengejutkan kami karena itu datang dari para ahli ekonomi syariah yang diharapkan banyak orang – dari sisi individu maupun lembaganya.</p>
<p>Bukankah sebagai seorang Muslim yang berpegang kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits yang shahih kita harus mengimani apa yang ada didalamnya ?. Bahkan ketika ilmu pengetahuan kita belum sampai untuk melihat kebenarannya – bisa jadi itu karena keterbatasan ilmu kita ?.</p>
<p>Hadits yang iriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri  berikut bisa menjadi pelajaran: <em>“ Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam dan berkata, “ Saudaraku sedang mengalami sakit perut” kemudian Rasulullah, Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam berkata kepada laki-laki tersebut, “Suruh dia minum madu”, Laki-laki tersebut kembali kepada Rasulullah, Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam dan beliau berkata kembali “Suruh dia minum madu”, Laki-laki tersebut kembali untuk ketiga kalinya dan Rasulullah tetap berkata “Suruh dia minum madu” , kemudian laki-laki itu kembali dan berkata “ Sudah saya lakukan ya Rasulallah”, kemudian Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam bersabda “Allah telah menyampaikan yang benar, tetapi perut saudaramu berbohong, suruh dia minum madu”. Kemudian laki-laki itu meminta saudaranya untuk kembali minum madu dan dia sembuh</em>”.</p>
<p>Wa Allahu ‘Alam.</p>
<p><em>Laa hawla wa laa quwwata illaa bi Allah.</em></p>
<div><span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: small;"><em><br />
</em></span></div>
<div></div>
<div></div>
<div><span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: small;"><br />
</span></div>
<div class="shr-publisher-449"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2012%2F01%2Finflasi-terhadap-dinar%2F' data-shr_title='Inflasi+Terhadap+Dinar%3F'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2012%2F01%2Finflasi-terhadap-dinar%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2012%2F01%2Finflasi-terhadap-dinar%2F' data-shr_title='Inflasi+Terhadap+Dinar%3F'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batamdinar.com/2012/01/inflasi-terhadap-dinar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harga Emas : Dari Mana dan Akan Kemana?</title>
		<link>http://batamdinar.com/2012/01/harga-emas-dari-mana-dan-akan-kemana/</link>
		<comments>http://batamdinar.com/2012/01/harga-emas-dari-mana-dan-akan-kemana/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 02:03:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhaimin Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[dinar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batamdinar.com/?p=448</guid>
		<description><![CDATA[Dalam dunia usaha, posisi sesaat tidaklah terlalu penting dibandingkan dengan trend-nya. Misalnya Anda punya warung sembako yang tahun 2011 lalu omset-nya Rp 50 juta, Angka ini tidak bisa untuk menjelaskan kinerja Anda apakah baik atau buruk. Angka ini baru berarti sesuatu bila misalnya dibandingkan dengan penjualan tahun sebelumnya. Bila tahun 2010 omset Anda Rp 25 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2012%2F01%2Fharga-emas-dari-mana-dan-akan-kemana%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2012%2F01%2Fharga-emas-dari-mana-dan-akan-kemana%2F&amp;source=BatamDinar&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Dalam dunia usaha, posisi sesaat tidaklah terlalu penting dibandingkan dengan trend-nya. Misalnya Anda punya warung sembako yang tahun 2011 lalu omset-nya Rp 50 juta, Angka ini tidak bisa untuk menjelaskan kinerja Anda apakah baik atau buruk. Angka ini baru berarti sesuatu bila misalnya dibandingkan dengan penjualan tahun sebelumnya. Bila tahun 2010 omset Anda Rp 25 juta, berarti kinerja Anda tahun 2011 meningkat luar biasa 100 %. Sebaliknya bila tahun 2010 omset Anda sudah Rp 100 juta, maka usaha Anda sedang mengalami <em>sunset</em> atau sedang tenggelam di tahun 2011. Maka demikian pulalah dalam melihat perkembangan harga emas.</p>
<p>Pada akhir tahun 2011 lalu harga emas perdagangan London ditutup pada angka US$ 1,531.00/Oz – ini tidak menjelaskan apa-apa bila tidak dilengkapi dengan pembanding dari angka-angka tahun sebelumnya. Dari data di Kitco.com misalnya Anda bisa tahu bahwa harga emas penutupan London tahun sebelumnya (2010) adalah US$ 1,405.50, dan penutupan lima tahun sebelumnya (2007) adalah US$ 833.75. Jadi harga emas dunia akhir tahun 2011 sejatinya mengalami kenaikan sekitar 9 % dibanding tahun sebelumnya, dan naik sekitar 84 % dibandingkan lima tahun sebelumnya.</p>
<p>Dalam rupiah angka-angka ini berbeda karena faktor kurs. Akhir 2011 harga emas di pasar Indonesia sekitar Rp 500,000/gr, dibandingkan dengan akhir tahun 2010 sekitar Rp 400,000/gr dan akhir 2007 sekitar Rp 250,000/gr. Artinya di Indonesia harga emas telah mengalami kenaikan 25 % setahun terakhir dan 100 % dalam lima tahun terakhir !</p>
<p>Apa makna angka-angka tersebut sesungguhnya ?, masyarakat harus melihat emas ini dalam perspektif jangka panjang. Pemerintah China nampak-nya melihat hal ini dengan baik sehingga bank sentralnya terus menambah persediaan emasnya disamping juga mereka <a href="http://agmetalminer.com/2011/02/21/china-encourages-citizens-to-buy-gold-part-1/">mendorong dan mempermudah rakyatnya rame-rame membeli emas</a>.</p>
<p><span id="more-448"></span></p>
<p>Tidak demikian halnya dengan negara-negara lain, dengan alasan-nya sendiri-sendiri dan sebagian juga karena ketidak tahuannya – negara-negara lain lebih condong mendorong rakyatnya mengakumulasi kekayaan dalam uang kertasnya – mereka justru kawatir bila rakyatnya terlalu banyak memegang emas maka  mata uang kertas mereka akan jatuh.</p>
<p>Disinilah sebenarnya pentingnya peran pemerintah, bank sentral dan dunia per-bank-an untuk dapat melihat emas ini dari perpekstif jangka panjang dan dari perspektif kepentingan masyarakat/rakyat-nya untuk bisa bertahan &#8211; bila krisis mata uang seperti yang pernah kita alami tahun 1997/1998 berulang.</p>
<p>Sejak dua tahun lalu saya sebenarnya  termasuk yang tidak setuju <a title="Ingin Cepat Kaya Dengan Hutang? Saran Saya Jangan" href="http://batamdinar.com/2009/07/ingin-cepat-kaya-dengan-hutang-saran-saya-jangan/">dengan akselerasi pembelian emas oleh masyarakat yang didanai dengan uang pinjaman atau gadai</a> - bila tidak didukung oleh proses penciptaan nilai tambah. Namun bila kini direm mendadak sebenarnya juga tidak tepat, apalagi bila keputusan pengereman-nya dilandasi dengan persepsi jangka pendek bahwa seolah harga emas akan <em>nyungsep</em>.</p>
<p>Yang harus dilakukan oleh pemerintah, bank sentral dan dunia perbankan adalah meng-edukasi secara benar agar masyarakat tahu betul karakter dan funsgi emas ini. Mereka harus mementingkan kemampuan masyarakat dalam memutar ekonomi kemudian juga mampu mempertahankan kemakmurannya dengan baik – di atas kepentingannya untuk menjaga nilai mata uang kertas yang <em>costly</em> dan toh terbukti terus mengalami penurunan daya beli &#8211; sekuat apapun mereka berusaha mempertahankannya.</p>
<p>Fungsi semacam ini juga yang diemban oleh Gerai Dinar dalam skala Mikro, melalui tulisan dan melalui <em>briefing</em> ke agen-agen baru selalu kami ingatkan bahwa membuat masyarakat paham jauh lebih penting ketimbang membuat masyarakat membeli. Agen tidak kami kenakan target penjualan karena memang bukan menjual emas atau Dinar ini target utama kami – tetapi membuat masyarakat paham.</p>
<p>Itulan sebabnya tulisan di <a href="http://www.geraidinar.com/">www.geraidinar.com</a> dan <a href="http://batamdinar.com">batamdinar.com</a> jauh lebih banyak yang mengajak untuk memutar emas atau Dinar dengan membangun jiwa dan semangat <em>entrepreneurship</em> – ketimbang yang membahas Dinar atau emas itu sendiri.</p>
<p>Tulisan-tulisan mengenai emas seperti pada tulisan ini hanya saya buat bila dipandang perlu untuk  untuk me-<em>refresh</em> posisi perkembangan terakhir dan memberi perspektif yang lebih luas kepada masyarakat.</p>
<p>Dari waktu ke-waktu harga emas berayun seperti bandul jam. Bila posisi jam 6 kita anggap harga rata-rata, posisi jam 5 adalah harga tertinggi dan posisi jam 7 adalah harga terendah – maka begitulah harga emas – kadang menuju angka terendah (ayunan dari arah jam 6 ke jam 7) – kadang menuju angka tertinggi (dari arah jam 6 ke jam 5).</p>
<p>Untuk membantu memahaminnya saya sajikan grafik harga emas dalam Rp/gr yang saya kumpulkan sejak hampir empat tahun lalu dibawah. Harga rata-rata untuk mengetahui posisi jam 6-nya saya ambil dari rata-rata bergerak 50 harian atau bila di pasar disebut <em>Daily Moving Average – 50</em> (DMA-50).</p>
<div></div>
<div><img class="alignnone" title="Grafik Tren Harga Emas 2008 - 2012" src="http://geraidinar.com/images/emas_0812.jpg" alt="" width="500" height="447" /></div>
<div>
<p> <span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;">Trend Harga Emas 2008-2012</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: small;"><span style="font-family: Helvetica, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: small;"><br />
</span></span>Maka dari grafik harga suatu waktu dan harga DMA-50 kurang lebih kita bisa memvisualisasikan sedang berada dimana bandul jam saat itu. Untuk Saat ini kurang lebih kita berada di sekitar jam 6 karena harga emas lagi berada di kisaran Rp 510,000/gram yang bersamaan dengan itu harga DMA-50 juga berada di kisaran harga ini.</p>
<p>Beberapa pekan terakhir ketika masyarakat investor emas  dibuat panik dengan investasi emasnya karena didorong oleh (wacana perubahan) kebijakan di bank sentral dan dunia perbankan syariah – saat itu bandul harga emas memang lagi berada di arah jam 6-7 ( berayun kebawah). Waktu-waktu di mana garis biru berada dibawah garis ungu adalah waktu bandul jam berada antara pukul 6-7 atau  sebaliknya, dan ketika garis biru di atas garis ungu adalah ketika bandul jam berada antara pukul 6-5 atau sebaliknya.</p>
<p>Sebagaimana ayunan bandul jam yang bergerak cepat  dengan urutan 6-7-6-5-6-7-6-5 dst., maka posisi gerakan cepat ini sebenarnya tidak perlu membuat panik siapapun apalagi kalau sampai menjadi dasar suatu kebijakan.</p>
<p>Dasar suatu kebijakan harus didukung oleh perspektif jangka panjang. Dari grafik di atas misalnya, kita tahu bahwa dari waktu ke waktu memang harga emas terus berayun – tetapi<em>long term trend</em>-nya jelas masih naik.</p>
<p>Meskipun demikian, betapa masuk akalnya sekalipun trend harga emas jangka panjang seperti yang pernah juga saya buat <a title="Déjà vu Harga Dinar, How Low Can You Go?" href="http://batamdinar.com/2011/12/deja-vu-harga-dinar-how-low-can-you-go/">prediksi matematisnya di tulisan sebelumnya- dimana berdasarkan formula trend polynomial harga emas akan mencapai kisaran di atas Rp 1,000,000/gram tahun 2015</a> (ketika anak Anda yang kelas 3 SMP sekarang sampai kelas 3 SMA !) – ini tetaplah prediksi, bisa benar dan bisa juga keliru.</p>
<p>Tidak ada yang bisa melihat masa depan dengan 100% kebenaran, oleh karena itulah masyarakat harus dibuat mengerti dahulu sebelum mereka membeli atau berinvestasi di emas ini – mereka harus bisa melihat <em>full picture</em>-nya, bukan antusiasme sesaat seperti ketika harga emas melonjak selama Agustus – September 2011 lalu, dan bukan pula harus menjual karena kepanikan sesaat seperti yang terjadi antara November &#8211; Desember 2011 lalu.</p>
<p>Wa Allahu ‘Alam.</p>
<div><span style="font-family: Helvetica, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: small;"><br />
</span></div>
</div>
<h4>Pengunjung mencari info tentang :</h4><ul><li>Harga Mas 22 Per Gram Dibatam</li><li>grafik harga mas setahun terahir</li><li>harga emas london</li><li>harga emas london di indonesia 5 Feb 2012</li><li>harga emas th 1998</li><li>harga mas 916 dibatam</li><li>tulisan brifing yang benar</li></ul><div class="shr-publisher-448"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2012%2F01%2Fharga-emas-dari-mana-dan-akan-kemana%2F' data-shr_title='Harga+Emas+%3A+Dari+Mana+dan+Akan+Kemana%3F'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2012%2F01%2Fharga-emas-dari-mana-dan-akan-kemana%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2012%2F01%2Fharga-emas-dari-mana-dan-akan-kemana%2F' data-shr_title='Harga+Emas+%3A+Dari+Mana+dan+Akan+Kemana%3F'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batamdinar.com/2012/01/harga-emas-dari-mana-dan-akan-kemana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan Akhir Tahun 2011 : Apakah Dinar/ Emas Masih Menguntungkan?</title>
		<link>http://batamdinar.com/2011/12/catatan-akhir-tahun-2011-apakah-dinar-emas-masih-menguntungkan/</link>
		<comments>http://batamdinar.com/2011/12/catatan-akhir-tahun-2011-apakah-dinar-emas-masih-menguntungkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 01:03:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhaimin Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[dinar]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batamdinar.com/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[Karena tanggal 31 Desember 2011 jatuh pada hari libur tidak ada transaksi di pasar, maka transaksi terakhir di pasar emas dunia untuk 2011 adalah bersamaan dengan ditutupnya pasar New York tanggal 30  Desember 2011 sore hari atau pagi ini waktu Indonesia. Harga emas dunia ditutup pada harga US$ 1,568/Ozt , dan harga Dinar ditutup pada angka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F12%2Fcatatan-akhir-tahun-2011-apakah-dinar-emas-masih-menguntungkan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F12%2Fcatatan-akhir-tahun-2011-apakah-dinar-emas-masih-menguntungkan%2F&amp;source=BatamDinar&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Karena tanggal 31 Desember 2011 jatuh pada hari libur tidak ada transaksi di pasar, maka transaksi terakhir di pasar emas dunia untuk 2011 adalah bersamaan dengan ditutupnya pasar New York tanggal 30  Desember 2011 sore hari atau pagi ini waktu Indonesia. Harga emas dunia ditutup pada harga US$ 1,568/Ozt , dan harga Dinar ditutup pada angka Rp 2,170,891. Dengan angka penutupan seperti ini, apakah investasi Dinar atau emas masih menguntungkan sepanjang tahun 2011 ?</p>
<p>Jawabannya tergantung kapan Anda mulai investasinya dan dari mana asal uangnya. Bila Anda sudah mulainya setahun lalu, maka investasi Dinar Anda memberikan kisaran hasil 23 % atau bila dipotong selisih harga jual dan harga beli 4 % (bisa ditekan tinggal 2 % bila Anda jual ke sesama pengguna yang juga kita fasilitasi melalui jual less 1%), hasil bersih investasi ini masih di kisaran 19 % &#8211; 21 % &#8211; atau sekitar  tiga kali hasil bersih deposito.</p>
<p>Bila Anda mulai investasinya baru dalam 4 bulan terakhir, dipastikan Anda rugi karena Dinar mengalami trend penurunan yang significant sejak September 2011.</p>
<p>Yang menarik adalah bila dilihat sumber dana yang Anda gunakan untuk investasi emas ini. Hasil bersih setahun terakhir yang berada di kisaran 19%-21% tersebut diatas hanya berlaku bila dana yang Anda pakai untuk membeli emas/Dinar adalah uang Anda sendiri.</p>
<p>Bila dana yang Anda gunakan untuk investasi adalah uang bank atau uang pinjaman lainnya, maka hasil bersih yang 19%-21 % akan nyaris habis karena ongkos modal yang Anda gunakan (biaya gadai misalnya) berada di kisaran angka 18%. Hasil bersih yang hanya 1%- 3 % (setelah dipotong ongkos modal), tidak cukup menarik untuk mengimbangi jerih payah dan sport jantung Anda.</p>
<p><span id="more-445"></span></p>
<p>Itulah sebabnya melalui <a title="Ingin Cepat Kaya Dengan Hutang? Saran Saya Jangan" href="http://batamdinar.com/2009/07/ingin-cepat-kaya-dengan-hutang-saran-saya-jangan/">berbagai tulisan sejak lebih dari dua tahun lalu</a>,  saya sudah mengingatkan agar masyarakat tidak berspekulasi dengan membeli emas menggunakan dana pinjaman atau gadai. Kecuali bila dana pinjaman atau gadai ini untuk kegiatan produktif riil (bukan dari naik turunnya harga) yang menghasilkan nilai lebih besar dari ongkos dana-nya, atau yang saya sebut <a title="Gold Based Capital (II) : Bijak Investasi Menggunakan Emas" href="http://batamdinar.com/2011/12/gold-based-capital-ii-bijak-investasi-menggunakan-emas/">Gold Based Capital.</a></p>
<p>Lantas bagaimana dengan tahun 2012 ?.  Parkiraan saya akan  banyak factor yang bisa mendorong harga emas ke atas, antara lain adalah pengaruh jangka panjang dari <a title="Harga Emas : Belajar Dari Krisis Financial Global 2008" href="http://batamdinar.com/2011/10/harga-emas-belajar-dari-krisis-financial-global-2008/">Quantitative Easing</a> dalam berbagai namanya selama krisis AS dan Eropa 2011. Yang juga bisa melejitkan harga emas dunia 2012 adalah bila krisis Iran – AS yang hari-hari ini memanas terus ter-eskalasi.</p>
<p>Tiga puluh tahun lalu, harga emas pernah melonjak dari angka US$ 215/Ozt (Januari 1979) ke angka US$ 850/Ozt (Januari 1980) ketika terjadi ketegangan antara Iran dan Amerika pada krisis penyanderaan 52 warga Amerika di Iran selama 444 hari dari tanggal 4 November 1979 s/d 20 Januari 1981.</p>
<p>Terlepas dari peluang naiknya harga emas dunia di tahun 2012 tersebut, sekali lagi saya tidak merekomendasikan untuk mendananinya dengan dana pinjaman, kecuali untuk kegiatan produktif.</p>
<p>Sejalan dengan tema sentral untuk produktif di tahun 2012 tersebut, maka resolusi saya untuk 2012 adalah <strong><em>Get Real…!</em></strong> InsyaAllah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div></div>
<div></div>
<h4>Pengunjung mencari info tentang :</h4><ul><li>harga emas 31 desember 2011</li><li>harga emas tahun 1981</li><li>dinar dan dirham lebih menguntungkan mana?</li><li>harga emas tahun 1981 dalam rupiah</li><li>investasi dinar atau emas yang lebih menguntungkan</li><li>Membeli emas dengan uang pinjaman</li><li>prediksi harga emas thn 2012</li></ul><div class="shr-publisher-445"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F12%2Fcatatan-akhir-tahun-2011-apakah-dinar-emas-masih-menguntungkan%2F' data-shr_title='Catatan+Akhir+Tahun+2011+%3A+Apakah+Dinar%2F+Emas+Masih+Menguntungkan%3F'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F12%2Fcatatan-akhir-tahun-2011-apakah-dinar-emas-masih-menguntungkan%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F12%2Fcatatan-akhir-tahun-2011-apakah-dinar-emas-masih-menguntungkan%2F' data-shr_title='Catatan+Akhir+Tahun+2011+%3A+Apakah+Dinar%2F+Emas+Masih+Menguntungkan%3F'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batamdinar.com/2011/12/catatan-akhir-tahun-2011-apakah-dinar-emas-masih-menguntungkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Déjà vu Harga Dinar, How Low Can You Go?</title>
		<link>http://batamdinar.com/2011/12/deja-vu-harga-dinar-how-low-can-you-go/</link>
		<comments>http://batamdinar.com/2011/12/deja-vu-harga-dinar-how-low-can-you-go/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 01:11:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhaimin Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[dinar]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batamdinar.com/?p=446</guid>
		<description><![CDATA[Tanpa terasa system kita sudah me-record secara kontinyu pergerakan harga Dinar selama empat tahun ini sehingga up and down-nya sudah cukup kita alami. Meskipun lebih banyak up-nya, pada tulisan ini saya akan menekankan waktu-waktu dimana harga Dinar lagi down seperti saat ini – untuk mengingatkan kita semua agar tidak menggunakan fluktuasi harga emas sebagai media spekulasi. Ada setidaknya 4 kali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F12%2Fdeja-vu-harga-dinar-how-low-can-you-go%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F12%2Fdeja-vu-harga-dinar-how-low-can-you-go%2F&amp;source=BatamDinar&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Tanpa terasa system kita sudah me-<em>record</em> secara kontinyu pergerakan harga Dinar selama empat tahun ini sehingga <em>up and down</em>-nya sudah cukup kita alami. Meskipun lebih banyak <em>up</em>-nya, pada tulisan ini saya akan menekankan waktu-waktu dimana harga Dinar lagi <em>down</em> seperti saat ini – untuk mengingatkan kita semua agar tidak menggunakan fluktuasi harga emas sebagai media spekulasi. Ada setidaknya 4 kali dalam 4 tahun terakhir ini saya menulis dengan judul <em>“…How Low Can You Go ?”,</em> karena ini kurang lebih mewakili pertanyaan-pertanyaan dari para pembaca ketika harga lagi rendah.</p>
<p>Tulisan pertama di blog lama saya <a title="How Low Can You Go?" href="http://batamdinar.com/2008/08/how-low-can-you-go/">tanggal 15 Agustus 2008</a> ketika harga Dinar jatuh ke angka Rp 1,123,000,- turun 13.5 % dari harga tertinggi 5 bulan sebelumnya pada angka Rp 1,299,000,- tanggal 17 Maret 2008. Tulisan kedua <a title="Harga Emas &amp; Dinar : How Low Can You Go? (2)" href="http://batamdinar.com/2009/04/harga-emas-dinar-how-low-can-you-go/">tanggal 7 April 2009</a> ketika harga Dinar berada pada angka Rp 1,436,000, atau turun 12 % dari angka tertinggi kurang dari dua bulan sebelumnya yang sudah sempat mencapai Rp 1,640,000,- tanggal 21 Februari 2009.</p>
<p>Tulisan ketiga adalah <a title="How Low Can You Go 3" href="http://batamdinar.com/2011/09/how-low-can-you-go-3/">tanggal  26 September 2011</a> ketika harga Dinar jatuh ke angka Rp 2,152,233 atau turun 10 % dari angka tertinggi hanya sepekan sebelumnya pada harga Rp 2,396,735,-. Tulisan keempat adalah tulisan ini pada saat harga berada pada angka Rp 2,142,000,- atau lebih rendah 11 % dari angka tertinggi  4 bulan sebelumnya pada angka Rp 2,396,734 tanggal 19 September 2011.</p>
<div><img class="alignnone" title="Grafik Harga Dinar Emas 2007-2011" src="http://geraidinar.com/images/4_yrs.jpg" alt="Grafik Harga Dinar Emas 2007-2011, 4 kali Harga Dinar Emas turun drastis" width="500" height="395" /></div>
<div>
<p><em>Harga Dinar Emas 2007-2011</em></p>
<p><span id="more-446"></span></p>
<div>Tiga tulisan sebelumnya (keempat dengan yang ini) memang saya tulis dengan judul yang sama karena memang nuansa dan waktunya sama, yaitu ketika pembaca banyak sekali yang menanyakan “<em>apakah  masih bisa turun lagi, seberapa rendah, dlsb</em>.” Ini adalah peristiwa yang dalam bahasa Perancis disebut <em>déjà vu</em> atau secara harfiah artinya ‘<em>pernah melihat sebelumnya…</em>’.</div>
<p>Setidaknya melalui tiga tulisan sebelumnya kita pernah melihat harga emas jatuh secara significant, tetapi kemudian setelah itu kembali ke trend jangka panjangnya yaitu naik. Ketika jangka pendek harga emas bisa turun sampai belasan persen hanya dalam beberapa bulan saja, rata-rata kenaikannya  masih berada di sekitar angka 25% per tahun dalam 4 tahun terakhir. Atau secara kumulatif harga Dinar telah naik sekitar 142 % sejak system kami mencatat harganya secara kontinyu seperti yang tertuang dalam grafik diatas.</p>
<p>Banyak pelajaran sebenarnya dari grafik tersebut diatas, tetapi intinya jangan panik oleh penurunan harga Dinar atau emas jangka pendek. Apakah ini berarti bahwa rezim harga emas yang lagi rendah sekarang akan kembali naik seperti dalam tiga peristiwa sebelumnya ? Wa Allahu A’lam, tidak ada yang bisa menjamin. Tetapi peluang ke arah sana tentu besar – meskipun bisa jadi dalam waktu dekat turun dahulu sebelum kembali ke <em>trend</em> jangka panjangnya yang naik.</p>
<p>Lantas seberapa besar peluang naiknya dan sampai berapa ? ilustrasi grafik dibawah dapat memberikan gambaran kasarnya.</p>
<div>
<p><img class="alignnone" title="Grafik Trend Harga Dinar Emas 2007-2011 " src="http://geraidinar.com/images/trend_4_yrs.jpg" alt="Grafik Trend Harga Dinar Emas 2007-2011 terlihat naik secara Polynomial" width="564" height="445" /></p>
<div>
<p><em>Trend Harga Dinar Emas 2007-2011</em></p>
</div>
<p>Dengan peluang di atas 90%, berdasarkan statistik 4 tahun terakhir trend harga Dinar mengikuti persamaan <em>polynomial</em> <strong>y (emas)=008x<sup>2</sup> - 0.2164x + 279425</strong>. Dengan formula ini harga Dinar empat tahun ke depan akan berada di kisaran Rp 2,310,000 (2012) ; Rp 2,950,000 (2013) ; Rp 3,740,000 (2014) dan Rp 4,680,000 (2015). Angka-angka ini sekali lagi menguatkan bahwa emas atau Dinar bukan ‘mainan’ jangka pendek, bagi Anda yang sudah mengenal Dinar dalam empat tahun terakhir pasti sudah bisa merasakannya.</p>
<p>Tentu saja angka-angka ini hanya perkiraan statistik semata, yaitu bisa benar bila seluruh faktor-faktor yang mempengaruhi harga emas 4 tahun terakhir akan berulang dalam 4 tahun kedepan. Hasilnya akan berbeda bila faktor lingkungan yang mempengaruhinya juga berbeda.</p>
<p>Wa Allahu A’lam.</p>
<div><span style="font-family: Helvetica, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: small;"><br />
</span></div>
<div></div>
<div></div>
</div>
</div>
<h4>Pengunjung mencari info tentang :</h4><ul><li>sampai kapan emas turun?</li><li>dinar lagi turun</li><li>harga LM tahun 2013</li><li>trend harga logam mulia tahun 2013</li></ul><div class="shr-publisher-446"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F12%2Fdeja-vu-harga-dinar-how-low-can-you-go%2F' data-shr_title='D%C3%A9j%C3%A0+vu+Harga+Dinar%2C+How+Low+Can+You+Go%3F'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F12%2Fdeja-vu-harga-dinar-how-low-can-you-go%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F12%2Fdeja-vu-harga-dinar-how-low-can-you-go%2F' data-shr_title='D%C3%A9j%C3%A0+vu+Harga+Dinar%2C+How+Low+Can+You+Go%3F'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batamdinar.com/2011/12/deja-vu-harga-dinar-how-low-can-you-go/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Euro Jatuh, Emas Juga Jatuh</title>
		<link>http://batamdinar.com/2011/12/euro-jatuh-emas-juga-jatuh/</link>
		<comments>http://batamdinar.com/2011/12/euro-jatuh-emas-juga-jatuh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 03:24:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhaimin Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Euro]]></category>
		<category><![CDATA[harga emas]]></category>
		<category><![CDATA[US Dollar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batamdinar.com/?p=444</guid>
		<description><![CDATA[Semalam harga emas internasional mengalami kejatuhan yang sangat significant – mirip dengan kejadian 2009, yaitu turun ke titik terendah setelah beberapa bulan sebelumnya mencapai titik tertinggi. Bedanya hanya pada penyebab naik turunnya harga, dan waktu terjadinya masing-masing titik ekstrimnya. Naik turunnya harga di tahun 2008/2009 adalah factor krisis di Amerika sedangkan turunnya harga kali ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F12%2Feuro-jatuh-emas-juga-jatuh%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F12%2Feuro-jatuh-emas-juga-jatuh%2F&amp;source=BatamDinar&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Semalam harga emas internasional mengalami kejatuhan yang sangat significant – mirip dengan <a title="Gold Based Capital (II) : Bijak Investasi Menggunakan Emas" href="http://batamdinar.com/2011/12/gold-based-capital-ii-bijak-investasi-menggunakan-emas/">kejadian 2009, yaitu turun ke titik terendah setelah beberapa bulan sebelumnya mencapai titik tertinggi</a>. Bedanya hanya pada penyebab naik turunnya harga, dan waktu terjadinya masing-masing titik ekstrimnya. Naik turunnya harga di tahun 2008/2009 adalah factor krisis di Amerika sedangkan turunnya harga kali ini penyebab utamanya adalah krisis di Euro Zone.</p>
<p>Pola pengaruh Euro dan Dollar terhadap harga emas dunia ini dapat dilihat pada grafik dibawah.  Karena harga emas dunia dihitung dengan US Dollar maka harga emas memiliki hubungan terbalik – <em>inverse relationship</em> – terhadap US Dollar yang diwakili oleh US Dollar Index. Kita bisa lihat pada grafik dibawah, area abu-abu yang mewakili US Dolar Index melonjak sangat significant beberapa hari terakhir.</p>
<p><img class="alignnone" title="Kinerja Euro, US Dollar dan Emas" src="http://geraidinar.com/images/euro_gold.jpg" alt="Grafik Kinerja Euro vs US Dollar dan Harga Emas" width="500" height="441" /></p>
<div>
<p><em>Kinerja Euro vs US Dollar dan Emas</em></p>
</div>
<p><span id="more-444"></span></p>
<p>Grafik di atas juga menunjukkan bahwa Euro-pun memiliki hubungan terbalik dengan US Dollar sama dengan emas,  atau dengan kata lain Euro memiliki hubungan yang sejalan dengan harga emas dalam US Dollar.  Ketika nilai tukar Euro jatuh, harga emas-pun jatuh.</p>
<p>Pertanyaannya adalah apakah kejatuhan Euro yang membuat orang berbondong-bondong memindahkan dananya kedalam US Dollar ini akan berlangsung lama sehingga Euro dan emas sama-sama akan terus merosot ? Kemungkinan itu tetap ada, setidaknya dua faktor dibawah yang akan menjadi penyebabnya.</p>
<ul>
<li>Bila kondisi Euro Zone semakin memburuk dan tidak terselamatkan, maka pelarian ke <em>safe haven</em> sementara  US Dollar akan semakin meningkat. US Dollar menjadi semakin mahal dan berarti harga emas semakin turun.</li>
<li>Bila Euro Zone tidak mengalami pemburukan yang bersifat fundamental lebih lanjut –pun harga emas bisa tetap turun oleh <em>panic selling</em> seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kalau dua faktor tersebut menyebabkan harga emas turun dalam waktu dekat, lantas apakah ada factor yang akan mendorongnya naik ?. Tentu juga ada, meskipun kemungkinan terjadinya agak bersifat jangka panjang.</p>
<p>Euro Zone adalah mitra dagang utama Amerika Serikat, oleh karenanya dalam menghitung kekuatan US Dollar  atau yang kemudian dicerminkan oleh US Dollar Index – bobot Euro adalah yang paling besar yaitu 57.6% disusul oleh Yen Jepang yang hanya 13.6 % dan mata uang negara-negara lain yang lebih kecil pengaruhnya.</p>
<p>Bila krisis di Euro Zone berkelanjutan, Amerika pasti kena juga getahnya antara lain melalui ekspor ke negara-negara mitra dagang utamanya yang akan menurun dan risiko yang membesar di pasar financial karena  saling keterkaitannya antara  pasar financial yang satu dengan yang lain. Jadi US Dollar hanya diuntungkan sementara oleh krisis Euro.</p>
<p>Lantas bagaimana kita seharusnya menyikapi anjlognya harga  emas ini ?, terutama bagi Anda yang baru mulai membeli emas atau Dinar justru pada saat harga tertinggi beberapa bulan terakhir ?</p>
<p>Pertama yang perlu diingat adalah krisis Euro tidak bersifat unique, US Dollar-pun (dan berbagai mata uang kertas lainnya) berpeluang mengalami krisis yang sama – bahkan US Dollar juga sedang mengalaminya, hanya karena pembandingnya adalah Euro yang lebih buruk – US Dollar kelihatannya membaik. Bila wajah buruk US Dollar sudah tidak lagi tertutupi oleh keburukan Euro, Dollar-pun akan berkinerja seperti Euro. Karena Dollar memiliki <em>inverse relationship</em> dengan emas, saat itulah harga emas akan kembali pulih seperti puncaknya beberapa bulan lalu.</p>
<p>Kedua, gonjang-ganjing harga emas dunia  yang di-<em>trigger</em> oleh fluktuasi daya beli US Dollar ini, seharusnya bisa menyadarkan kita semua – bahwa tidak ada investasi yang aman dari risiko. Itulah sebabnya, melalui tulisan seperti ini dan <a title="Gold Based Capital (II) : Bijak Investasi Menggunakan Emas" href="http://batamdinar.com/2011/12/gold-based-capital-ii-bijak-investasi-menggunakan-emas/">juga tulisan-tulisan sebelumnya</a>, kami lebih menekankan kepahaman masyarakat dibandingkan dengan upaya untuk menjual emas atau Dinar itu sendiri, ilmu sebelum amal.</p>
<p>Ketiga, krisis ini mengingatkan kita pentingnya membangun kekuatan ekonomi sektor riil minimal untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang dan papan. Tidak mudah memang, tetapi investasi yang lain-pun toh juga terbukti tidak mudah, jadi tetap harus terus dicoba dan diupayakan.</p>
<p>Wa Allahu A’lam.</p>
<h4>Pengunjung mencari info tentang :</h4><ul><li>hub index dollar dan harga emas</li><li>pengaruh harga dolar terhadap emas</li></ul><div class="shr-publisher-444"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F12%2Feuro-jatuh-emas-juga-jatuh%2F' data-shr_title='Euro+Jatuh%2C+Emas+Juga+Jatuh'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F12%2Feuro-jatuh-emas-juga-jatuh%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F12%2Feuro-jatuh-emas-juga-jatuh%2F' data-shr_title='Euro+Jatuh%2C+Emas+Juga+Jatuh'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batamdinar.com/2011/12/euro-jatuh-emas-juga-jatuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gold Based Capital (II) : Bijak Investasi Menggunakan Emas</title>
		<link>http://batamdinar.com/2011/12/gold-based-capital-ii-bijak-investasi-menggunakan-emas/</link>
		<comments>http://batamdinar.com/2011/12/gold-based-capital-ii-bijak-investasi-menggunakan-emas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 10:10:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhaimin Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[dinar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batamdinar.com/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kali harga emas jatuh seperti beberapa hari ini saya selalu dihujani banyak pertanyaan dari pembaca, para vendor dan mitra kerja. Rata-rata pertanyaan mereka adalah seputar sampai kemana harga emas akan turun , mengapa turun, kapan akan naik lagi, apa yang harus kita lakukan dlsb. Tulisan ini barangkali bisa merangkum secara garis besar , jawaban [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F12%2Fgold-based-capital-ii-bijak-investasi-menggunakan-emas%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F12%2Fgold-based-capital-ii-bijak-investasi-menggunakan-emas%2F&amp;source=BatamDinar&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Setiap kali harga emas jatuh seperti beberapa hari ini saya selalu dihujani banyak pertanyaan dari pembaca, para vendor dan mitra kerja. Rata-rata pertanyaan mereka adalah seputar sampai kemana harga emas akan turun , mengapa turun, kapan akan naik lagi, apa yang harus kita lakukan dlsb. Tulisan ini barangkali bisa merangkum secara garis besar , jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut sekaligus.</p>
<p>Pertama yang ingin saya sampaikan adalah tidak ada seorang-pun yang bisa tahu persis apa yang akan terjadi, jadi yang bisa kita lakukan hanyalah menduga-duga berdasarkan peristiwa dan data startistik sebelumnya .  Pengalaman harga emas  anjlog beberapa bulan setelah angka tertingginya ini memang bukan untuk pertama kalinya terjadi.</p>
<p>Pada bulan Juli 2009 harga emas sempat jatuh ke angka Rp 297,000/gram  atau turun 20% dari harga tertinggi lima bulan sebelumnya di bulan Februari tahun yang sama yang sempat mencapai angka Rp 370,000/gram. Pagi ini harga emas akan berada di kisaran Rp 497,000/gram atau ‘baru’ turun sekitar 9 % dari angka tertinggi September lalu yang sempat mencapai kisaran Rp 545,000/gram.</p>
<p>Lantas apakah pola penurunan sekarang akan mengikuti pola penurunan 2009 yang mencapai 20%?  Wa Allahu A’lam , tetapi kemungkinan itu ada saja. Dari statistic jangka pendek beberapa bulan terakhir memang trend itu masih akan menurun – lihat grafik dibawah:</p>
<p>&nbsp;</p>
<div><img class="alignnone" title="Tren Harga Emas 4 Bulan" src="http://geraidinar.com/images/emas_4bl.jpg" alt="Grafik Tren Harga Emas 4 Bulan" width="500" height="417" /></div>
<div><em>Tren Harga Emas 4 Bulan</em></div>
<div><span id="more-441"></span></div>
<div><span style="font-family: Helvetica, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: small;"><span style="font-family: Helvetica, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: small;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: 13px;">Trend penurunan ini utamanya disebabkan oleh peristiwa krisis global khususnya yang terjadi di Uni Eropa. Karena kepercayaan pasar terhadap Uni Eropa terus merosot, Euro hancur dan bahkan sudah ada wacana untuk membubarkannya. Krisis Euro ini menguatkan <em>demand</em>terhadap Dollar – karena berkurangnya daya tarik salah satu rival terkuatnya. Ketika US Dollar naik, harga emas dunia dalam US$ jatuh – bukan karena harga emasnya yang rendah, tetapi daya beli US$-nya yang menguat.</span></span></span>Pada saat harga emas cenderung turun dalam jangka pendek seperti ini, lantas apakah kita harus rame-rame menjual emas kita saat ini ?. Tidak demikian saran saya. Karena bisa jadi pola recovery seperti 2009 diatas juga berulang. Yaitu ketika harga emas sempat anjlog dalam jangka pendek (kurang dari 6 bulan), harga pulih ke angka tertinggi sebelumnya dalam 1.5 tahun dan bahkan jauh melampauinya hingga kini.Grafik harga emas setahun terakhir yang masih menunjukkan trend menaik dibawah menconfirm hal ini, setahun terakhir harga emas masih mengalami kenaikan di kisaran 27 %.</p>
<p><img class="alignnone" title="Tren Harga Emas 1 Tahun" src="http://geraidinar.com/images/emas_1th.jpg" alt="Grafik Tren Emas 1 Tahun" width="500" height="422" /></p>
<div>
<div>
<p><em>Tren Harga Emas 1 Tahun</em></p>
</div>
<p>Trend kenaikan ini menjadi lebih nyata bila kita tarik dalam jangka yang lebih panjang lagi, misalnya untuk 3 tahun seperti pada grafik dibawah. Tiga tahun terakhir harga emas mengalami kenaikan lebih dari 74 %.</p>
<div>
<p><img class="alignnone" title="Tren Harga Emas 3 Tahun" src="http://geraidinar.com/images/emas_3th.jpg" alt="Grafik Tren Harga Emas 3 Tahun" width="500" height="418" /></p>
<div>
<p><em>Tren Harga Emas 3 Tahun</em></p>
</div>
<p><span style="font-family: Helvetica, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: small;"><span style="font-family: Helvetica, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: small;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: 13px;">Dari tiga grafik diatas, bisa kita simpulkan begini : Bila Anda investasi di emas untuk orientasi jangka panjang – satu tahun keatas, kemungkinan terbesarnya hingga kini Anda masih mengalami keuntungan yang significant – dikisaran 27 % atau sekitar 4 kali dari hasil deposito Anda.</span></span></span>Tetapi bila orientasi Anda jangka pendek seperti 4 bulan terahir misalnya, memang bisa jadi investasi Anda telah mengalami kerugian yang sangat berarti. Perhitungan saya kerugian Anda berada di kisaran 9 % dalam 3-4 bulan terakhir. Kerugian ini bisa menjadi lebih besar lagi bila Anda investasi emas menggunakan uang gadai/pinjaman dari bank/pegadaian. Bila diambil rata-rata biaya gadai 1.5% per bulan misalnya; maka kerugian Anda dalam 4 bulan terakhir bisa mencapai 15 % yaitu 9 % dari penurunan harga dan 6 % dari biaya gadai 4 bulan.</p>
<p>Lantas bagaimana yang seharusnya berinvestasi di emas, agar Anda tidak mengalami kerugian besar seperti dalam ilustrasi tersebut diatas ? Tiga ‘jangan’ berikut barangkali membantu :</p>
<ol>
<li>Pertama jangan berspekluasi dengan harga emas. Statistik jangka panjang memang menunjukkan trend kenaikan yang kuat, tetapi bukan berarti tidak bisa turun juga – khususnya dalam jangka pendek.</li>
<li>Kedua jangan <a title="Ingin Cepat Kaya Dengan Hutang? Saran Saya Jangan" href="http://batamdinar.com/2009/07/ingin-cepat-kaya-dengan-hutang-saran-saya-jangan/">menggunakan uang pinjaman/gadai untuk membeli emas</a>, karena ini akan menambah kerugian Anda ketika harga emas turun seperti sekarang.</li>
<li>Ketiga jangan terjebak <em>anut grubyuk</em> dalam investasi – termasuk investasi emas sekalipun. Mayoritas orang yang ikut <em>anut grubyuk</em> – mereka membeli emas justru pada harga tertingginya karena mendengar cerita baiknya saja dari orang-orang sekitarnya, sebaliknya ketika harga rendah seperti sekarang mereka malah jarang yang membeli – karena hanya mendengar cerita buruknya saja dari yang telah mengalaminya. Yang benar adalah dengarkan cerita baiknya, tetapi juga perhatikan cerita buruknya seperti yang terilustrasi melalui tiga grafik diatas.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan menyampaikan poin-poin tersebut diatas, khususnya poin 2 ; bukan berarti produk-produk gadai emas atau pinjaman dengan jaminan emas dari perusahaan pegadaian ataupun perbankan tidak baik untuk investasi. Produk-produk ini adalah produk yang baik dan telah lolos verifikasi para Dewan Pengawas Syariahnya masing-masing, jadi mestinya seluruh aspek produk ini telah dipikirkan matang-matang.  Hanya saja penggunaannya yang seharusnya bijaksana.</p>
<p>Salah satu penggunaan produk gadai emas atau pinjaman dengan jaminan emas yang saya sarankan adalah dengan konsep<em> <a title="Gold Based Capital : Menumbuhkan Sektor Riil Untuk Melawan Inflasi" href="http://batamdinar.com/2011/06/gold-based-capital-menumbuhkan-sektor-riil-untuk-melawan-inflasi/">Gold Based Capital</a></em> yang pernah saya tulis di situs ini. Emas sebagai jaminan atas modal untuk proses penciptaan nilai tambah (value creation), sehingga dari nilai yang di-<em>create</em> ini – biaya modal (biaya gadai misalnya) dapat terkompensasi dengan cukup bahkan ketika harga emas turun sekalipun. Penggunaan gadai emas untuk <em>Gold Based Capital</em> dapat menjadi peluang baru bagi bank-bank syariah karena mereka akan dapat menggerakkan sektor riil dengan jaminan yang sangat likwid yaitu emas – peluang ini tidak dimiliki oleh pesaing-pesaing mereka dari bank-bank konvensional.</p>
<p>Contoh aplikasinya begini : Kalau saya punya pabrik krupuk misalnya, untuk membeli mesinnya saya dapat dibiayai oleh bank syariah dengan dua cara, pertama dengan aqad murabahah terhadap mesin tersebut misalnya , dan yang kedua dibiayainya dengan menggadaikan emas saya – kemudian dananya saya pakai untuk membeli mesin. Bank kemungkinan besarnya akan lebih suka cara yang kedua karena ‘jaminan’nya lebih likwid , lebih mudah menentukan nilainya dan proses pembiayaan akan sangat cepat – sehari cair. Proses pembiayaan sehari cair ini tidak bisa disaingi oleh proses-proses pembiayaan yang konvensional !</p>
<p>Pertanyaan spontan Anda mungkin adalah, kalau punya emas cukup untuk membeli mesin – mengapa masih perlu pinjam/gadai ke bank ?. Bila Anda memiliki usaha yang produktif seperti contoh pabrik krupuk tersebut diatas, Anda akan perlu memiliki dana-dana cadangan yang terakumulasi seperti keuntungan yang belum diambil, cadangan penggantian mesin (penyusutan), cadangan dana pengembangan usaha, cadangan pesangon karyawan dlsb. Dana-dana ini bila Anda simpan dalam Rupiah atau Dollar sekalipun akan terus tergerus nilainya, maka disimpannya dalam bentuk emas/Dinar.  Bila waktunya dana ini digunakan-pun tidak harus dijual tetapi bisa melalui proses gadai atau penjaminan tersebut diatas, dengan demikian Anda dapat melakukan <a title="Aset dan Kemakmuran Anda : Reducing, Preserving or Producing" href="http://batamdinar.com/2011/06/aset-dan-kemakmuran-anda-reducing-preserving-producing/">wealth preserving sekaligus wealth producing</a>  melalui proses nilai tambah di sektor riil tersebut.</p>
<p>Hanya memang penggunaan akad rahn atau gadai sebagi instrumen <em>Gold Based Capital </em>menuntut bank selektif dalam menerima gadai. Tidak bisa lagi orang menggadaikan emas hanya untuk membeli emas berikutnya, yang bisa adalah orang menggadaikan emas untuk keperluan yang riil yaitu untuk proses nilai tambah – atau sekalian untuk keperluan dharurat seperti pembiayaan orang sakit dlsb.</p>
<p>Karena <em>delicate</em>-nya produk berbasis emas ini, saya sendiri tidak pernah menganjurkan produk ini dijual secara masal. Situs ini dan para agen Gerai Dinar-pun misi utamanya bukan untuk menjual Dinar ataupun produk turunannya &#8211; tetapi membuat masyarakat paham dahulu. Bahkan prinsip yang kami tekankan adalah membuat orang paham lebih penting dari membuat orang membeli.</p>
<p>Wa Allahu A’lam.</p>
<div><span style="font-family: Helvetica, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: small;"><br />
</span></div>
</div>
</div>
</div>
<h4>Pengunjung mencari info tentang :</h4><ul><li>grafik harga Emas bulan February</li></ul><div class="shr-publisher-441"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F12%2Fgold-based-capital-ii-bijak-investasi-menggunakan-emas%2F' data-shr_title='Gold+Based+Capital+%28II%29+%3A+Bijak+Investasi+Menggunakan+Emas'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F12%2Fgold-based-capital-ii-bijak-investasi-menggunakan-emas%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F12%2Fgold-based-capital-ii-bijak-investasi-menggunakan-emas%2F' data-shr_title='Gold+Based+Capital+%28II%29+%3A+Bijak+Investasi+Menggunakan+Emas'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batamdinar.com/2011/12/gold-based-capital-ii-bijak-investasi-menggunakan-emas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilihan Investasi : Antara Saham vs Emas</title>
		<link>http://batamdinar.com/2011/11/pilihan-investasi-antara-saham-vs-emas/</link>
		<comments>http://batamdinar.com/2011/11/pilihan-investasi-antara-saham-vs-emas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 07:12:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhaimin Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[dinar]]></category>
		<category><![CDATA[harga emas]]></category>
		<category><![CDATA[IHSG]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batamdinar.com/?p=440</guid>
		<description><![CDATA[Saya sering sekali mendapatkan pertanyaan yang terkait pilihan investasi antara saham atau emas, baik dari kalangan investor individu maupun korporasi. Saya sudah pernah menulisnya dari thesis S 2 Ibu Sri Pangestuti lebih dari setahun lalu – juga dalam beberapa tulisan sebelumnya, namun karena masih banyak pertanyaan dan juga sambil meng-update data – analisa sejenis saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F11%2Fpilihan-investasi-antara-saham-vs-emas%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F11%2Fpilihan-investasi-antara-saham-vs-emas%2F&amp;source=BatamDinar&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Saya sering sekali mendapatkan pertanyaan yang terkait pilihan investasi antara saham atau emas, baik dari kalangan investor individu maupun korporasi. Saya sudah pernah menulisnya dari thesis S 2 Ibu Sri Pangestuti lebih dari setahun lalu – juga dalam beberapa tulisan sebelumnya, namun karena masih banyak pertanyaan dan juga sambil meng-update data – analisa sejenis saya munculkan lagi dalam tulisan ini dengan data yang lebih baru.</p>
<p>Data-data yang saya gunakan dalam tulisan ini berasal dari dua sumber yaitu dari Kitco untuk data emas, dan dari saluran Yahoo Finance untuk data bursa saham dunia yang terwakili oleh <em>Dow Jones Industrial Average </em>(DJIA) maupun saham-saham di <em>Indonesia Stock Exchange</em> yang terwakili melalui IHSG-nya. Masing-masing saya ambil data untuk lima tahun untuk dapat menggambarkan situasi yang berkembang dalam perekonomian Indonesia maupun global akhir-akhir ini.</p>
<p>Saya tidak akan gunakan analisa teknis, tetapi cukup dengan menggunakan tiga ilustrasi dibawah untuk memberi gambaran mana yang lebih menarik bila harus memilih investasi antara saham atau emas.</p>
<p>Grafik pertama dibawah memberikan ilustrasi kinerja saham-saham di dunia yang terwakili oleh DJIA. Dengan mudah kita bisa melihat bahwa kinerja DJIA cenderung menurun dari kisaran angka 12,500 ke kisaran 11,500 dalam lima tahun terakhir, sebaliknya pada periode yang sama harga emas melonjak dari kisaran angka US$ 600-an/ozt ke kisaran angka mendekati US$ 1,800/ozt.</p>
<p><span id="more-440"></span></p>
<p><img class="alignnone" title="Emas VS Dow Jones Industrial Average (DJIA)" src="http://geraidinar.com/images/dgr1111.jpg" alt="Grafik Harga Emas VS Sahan Dow Jones Industrial Average (DJIA)" width="545" height="524" /></p>
<p><em>Grafik Harga Emas VS Harga Saham Dow Jones Industrial Average</em></p>
<p>Artinya untuk jumlah emas yang sama yang Anda miliki lima tahun lalu, rata-rata akan mendapatkan tiga kali jumlah saham yang lebih banyak bila Anda belanjakan untuk membeli saham-saham perusahaan kelas dunia di bursa internasional. Grafik kedua dibawah menggambarkan hal ini dalam bentuk trend Dow Gold Ratio.</p>
<p><img class="alignnone" title="Dow Gold Ratio" src="http://geraidinar.com/images/dgr1111a.jpg" alt="Grafik Tren Dow Gold Ratio" width="545" height="420" /></p>
<p><em>Grafik Tren Dow Gold Ratio</em></p>
<p>Lantas bagaimana kinerja saham yang ada di Indonesia? Rata-rata lima tahun terakhir memang lebih baik dari saham di bursa global, namun tetap belum bisa melebihi kinerja emas dalam periode yang sama. Lebih jauh lagi dalam grafik dibawah, kita bisa tahu bahwa kinerja saham ternyata lebih berfluktuasi atau lebih beresiko ketimbang emas. Artinya trend lima tahun terakhir masih sejalan dengan trend yang lebih panjang yang dikaji oleh Ibu Sri Pangestuti dalam thesisnya tersebut diatas, bahwa emas memberikan hasil lebih baik dan dengan resiko yang lebih kecil.</p>
<p><img class="alignnone" title="Grafik Harga Emas VS IHSG" src="http://geraidinar.com/images/goldihsg.jpg" alt="Grafik Harga Emas VS (Index Harga Saham Gabungan) IHSG" width="500" height="420" /></p>
<p><em>Grafik Harga Emas VS IHSG</em></p>
<p>Tetapi bagaimana dengan sektor riil bila orang terus rame-rame pindah ke emas? Inilah yang sering saya sampaikan bahwa emas hanyalah untuk mempertahankan nilai agar hasil jerih payah kita tidak tergerus oleh inflasi. Investasi idealnya adalah bila kita bisa memutar sendiri dana kita di sector riil dengan baik, insyaallah hasilnya akan lebih baik dari emas dan otomatis akan lebih baik dari saham karena ternyata saham tidak lebih baik dari emas seperti yang ditunjukkan oleh grafik-grafik tersebut diatas.</p>
<p>Inilah jawaban saya untuk Anda yang masih menanyakannya. Wa Allahu A’lam.</p>
<h4>Pengunjung mencari info tentang :</h4><ul><li>saham vs emas</li><li>grafik investasi emas</li></ul><div class="shr-publisher-440"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F11%2Fpilihan-investasi-antara-saham-vs-emas%2F' data-shr_title='Pilihan+Investasi+%3A+Antara+Saham+vs+Emas'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F11%2Fpilihan-investasi-antara-saham-vs-emas%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F11%2Fpilihan-investasi-antara-saham-vs-emas%2F' data-shr_title='Pilihan+Investasi+%3A+Antara+Saham+vs+Emas'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batamdinar.com/2011/11/pilihan-investasi-antara-saham-vs-emas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dinaria Episode 008 : Membangun Karakter Melalui Makanan</title>
		<link>http://batamdinar.com/2011/11/dinaria-episode-008-membangun-karakter-melalui-makanan/</link>
		<comments>http://batamdinar.com/2011/11/dinaria-episode-008-membangun-karakter-melalui-makanan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 03:59:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhaimin Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[dinaria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batamdinar.com/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Ketika negeri Dinaria terbentuk oleh keinginan bersama rakyat dunia, negeri-negeri geografis yang ada di dunia sedang berada pada puncak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologinya &#8211;  tetapi mereka juga sedang berada dalam titik nadir dalam hal karakter rakyat dan para pemimpinnya. Kebrutalan, keserakahan, kecurangan, korupsi, ketidak adilan, jual beli hukum dan sejenisnya menjadi hal yang lumrah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F11%2Fdinaria-episode-008-membangun-karakter-melalui-makanan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F11%2Fdinaria-episode-008-membangun-karakter-melalui-makanan%2F&amp;source=BatamDinar&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Ketika negeri Dinaria terbentuk oleh keinginan bersama rakyat dunia, negeri-negeri geografis yang ada di dunia sedang berada pada puncak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologinya &#8211;  tetapi mereka juga sedang berada dalam titik nadir dalam hal karakter rakyat dan para pemimpinnya. Kebrutalan, keserakahan, kecurangan, korupsi, ketidak adilan, jual beli hukum dan sejenisnya menjadi hal yang lumrah di masyarakat saat itu. Hadirnya Sang Pemimpin yang menerapkan Undang-Undang dari Sang Pencipta langsung menjadi harapan baru, tetapi dari mana mulai membangun kembali karakter umat yang lagi luluh lantak ini ?</p>
<p>Selain system hukum, ekonomi, pendidikan, politik, pemerintahan dan lain sebagainya yang pada waktunya akan diceritakan secara detil, Sang Pemimpin ingin memulai dengan hal yang relatif lebih ringan tetapi berdampak luar biasa pada karakter bangsa baru yang sedang dibangunnya, mulai dari kepentingan semua rakyatnya, yaitu dari makanannya.</p>
<p>Kebrutalan dan keserakahan rakyat dunia ternyata tidak terlepas dari kebiasaan makan rakyat dunia ketika berada di titik nadir tersebut diatas. Kebiasaan buruk ini terkait dengan cara perolehan makanan, distribusi makanan, jenis makanannya itu sendiri sampai frekwensi berapa kali makan dalam seharinya.</p>
<p>Cara perolehan makanan yang buruk yang tidak halal menghasilkan anak-anak yang sulit dididik. Anak-anak yang sulit dididik ini ketika dewasa akan memperburuk tabiat dalam perolehan makanannya – lebih buruk dari orang tuanya, otomatis anak-anak mereka akan lebih buruk lagi dan seterusnya. Tanpa upaya membalik arah cara-cara perolehan makanan maka generasi demi generasi akan terus mengalami degradasi karakter. Pengawasan pasar dan perilaku pelaku ekonomi menjadi solusi untuk ini.</p>
<p>Distribusi pangan yang tidak adil di seluruh dunia menyebabkan sebagian wilayah dunia sangat kekurangan, sedangkan di wilayah lain berlebihan. Ini menjadi sumber ekploitasi si miskin oleh si kaya. Solusinya negeri baru membentuk badan yang mengelola distribusi pangan ini secara adil, kelebihan produksi dari satu wilayah dibeli dengan harga yang baik oleh negara dan didistribusikan ke daerah yang kekurangan juga dengan harga yang baik.</p>
<p><span id="more-439"></span></p>
<p>Jenis-jenis atau bahan makanan yang dimakan oleh rakyat menjadi perhatian khusus di negeri baru Dinaria. Hal ini dilandasi oleh bukti-bukti yang kuat bahwa karakter manusia sangat dipengaruhi oleh apa yang dimakannya. Beberapa jenis makanan (dan minuman termasuk) bahkan dilarang untuk diproduksi dan dijual di seluruh negeri.</p>
<p>Lebih jauh pemimpin negeri memfasilitasi segala bentuk penelitian dan pengembangan jenis-jenis makanan yang akan berdampak positif pada perilaku manusia yang memakannya. Selanjutnya hanya makanan-makanan yang terbukti  berdampak positif ini yang boleh diproduksi dan disebarluaskan di masyarakat.</p>
<p>Melalui kampanye pemahaman yang luas tentang dampak makanan ini pada perilaku,  saat itu di negeri Dinaria &#8211; orang membeli makanan bukan lagi karena rasanya yang enak ataupun harganya yang murah, tetapi pilihan pertamanya pada seberapa kuat pengaruh positifnya pada perilaku baru kemudian faktor rasa dan harga.</p>
<p>Masih terkait dengan makanan, Sang Pemimpin dengan bantuan para ahli juga menemukan bahwa masyarakat dunia sebelumnya yang selama beratus tahun mempunyai kebiasaan makan sehari tiga kali adalah tidak ada dasarnya. Bahkan kebiasaan makan tiga kali sehari ini menghasilkan generasi yang tidak sehat karena tiga kali sehari perut diisi secara penuh.</p>
<p>Undang-Undang yang sangat detil dari Sang Pencipta mengatur kegiatan makan minum ini dikaitkan langsung dengan kegiatan peribadatan. Makanan yang sifatnya fisik menjadi terkait langsung dengan ‘makanan’ yang sifatnya rohani. Bahkan urutannya-pun diatur sedemikian rupa sehingga yang rohani didahulukan sebelum yang fisik.</p>
<p>Dengan pengaturan yang mengituti Undang-Undang ini, maka frekwensi makan bukan lagi tiga kali sehari tetapi lima kali sehari dan dilakukan setelah melaksanakan peribadatan wajib  yang memang juga harus dilakukan lima kali sehari.</p>
<p>Dengan frekwensi makan yang lima kali sehari ini membuat manusia tidak perlu makan sampai kenyang setiap kali makan, makan secukupnya dan berhenti sebelum kenyang – toh nanti sebelum lapar sudah jatuh waktunya untuk jadwal makan yang berikutnya. Dengan pola makan yang demikian ruang di dalam perut selalu terjaga seimbang dan umat manusia menjadi selalu dalam kondisi fit untuk berbagai tugas yang diembankannya.</p>
<p>Revolusi makanan dan pola makan inilah nantinya yang antara lain ikut menjadi faktor pembeda dan menjadi pendorong keunggulan penduduk negeri Dinaria dibandingkan dengan penduduk negeri-negeri geografis  - yang semakin tertinggal seiring dengan kemajuan negeri baru ini.</p>
<h4>Pengunjung mencari info tentang :</h4><ul><li>makanan batam</li><li>Jual beli dolar PT degradasi anak bangsa</li><li>karakter seseorang melalui makan</li></ul><div class="shr-publisher-439"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F11%2Fdinaria-episode-008-membangun-karakter-melalui-makanan%2F' data-shr_title='Dinaria+Episode+008+%3A+Membangun+Karakter+Melalui+Makanan'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F11%2Fdinaria-episode-008-membangun-karakter-melalui-makanan%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fbatamdinar.com%2F2011%2F11%2Fdinaria-episode-008-membangun-karakter-melalui-makanan%2F' data-shr_title='Dinaria+Episode+008+%3A+Membangun+Karakter+Melalui+Makanan'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batamdinar.com/2011/11/dinaria-episode-008-membangun-karakter-melalui-makanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Served from: batamdinar.com @ 2012-05-20 09:39:28 -->
