Datang langsung (dengan perjanjian):
Ruko Panbil blok C No.12B, Muka Kuning.
Ketika Presiden Nixon mengumumkan pengingkaran Breton Woods Agreement 15 Agustus 1971, saat itu harga big burger di Amerika dan Eropa berkisar antara 15 – 25 cent Dollar dan harga kambing qurban yang baik di Indonesia berada di kisaran Rp 2,300. Kini 40 tahun kemudian harga big burger dalam kisaran US$ 4.5 – US$ 7.2 di Amerika dan di Eropa, sedangkan harga kambing qurban yang baik di kisaran Rp 1.6 juta. Dalam rentang 40 tahun bila dibeli dengan Dollar harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan sekitar 30 kali di Amerika dan Eropa, sedangkan di Indonesia kita mengalami kenaikan harga dalam Rupiah di kisaran 700 kali dalam rentang waktu yang sama. Dengan penurunan daya beli yang begitu dasyatnya selama usia kita saja tersebut, lantas apakah era uang kertas akan segera berakhir ?. Ternyata kemungkinannya tidak demikian. Paling tidak secara matematis, uang kertas bisa berusia sangat panjang !. Sekali lagi saya coba gunakan persamaan matematika untuk menduga usia uang kertas ini, hasilnya persamaan yang paling mendekati ternyata persamaan pangkat negatif seperti pada grafik dibawah. USD Buying Power Pengunjung mencari info tentang :nilai daya beli uang
Beberapa pekan ini dunia dihantui ancaman perang yang cukup serius di semenanjung Korea. Meskipun yang berseteru hanya dua saudara yang seharusnya serumpun, bila perang ini benar-benar pecah dalam skala yang lebih besar dampaknya akan merembet ke seluruh dunia. Bukan hanya karena masing-masing Korea (Utara dan Selatan) di back-up oleh kekuatan-kekuatan militer besar dunia, tetapi dalam era informasi ini – pasar mudah sekali terguncang oleh berbagai isu – apalagi bila isu itu berupa perang besar yang melibatkan kekuatan-kekuatan besar. Nah bagaimana (ancaman) perang ini akan berpengaruh langsung pada harga emas dunia ?. Ada dua sisi dimana harga emas akan terdorong langsung oleh (ancaman) perang. Sisi pertama adalah yang bersifat psikologi pasar sedangkan yang kedua adalah biaya perang itu sendiri. Ketika perang masih bersifat ancaman-pun, pasar sudah akan bergejolak hari demi hari. Pasar akan merasa tidak aman sehingga akan ada kebutuhan tempat berlabuh investasi yang lebih aman, emas adalah salah satunya. Kenaikan kebutuhan emas untuk safe haven ini tentu akan mendorong harga naik karena supply emas relatif tidak bertambah. Pendorong yang bersifat psikologis ini sifatnya sementara, maka dampaknya pada naik turunnya harga emas juga sementara. Yang lebih serius dampaknya dan bersifat jangka panjang adalah biaya perang itu sendiri. Bagaimana negara-negara membiayai perang, ini yang menarik untuk di cermati. Pengunjung mencari info tentang :pengaruh perang korea terhadap emas
Di malam menjelang perang Baratayudha terjadi, pasukan-pasukan dari pendukung Pandawa maupun Kurawa berkumpul di padang Kurusetra. Sebenarnya tidak semua orang ingin berperang, hati mereka bergetar dan bertanya-tanya mengapa perang harus terjadi ?. Resi Bisma yang dihormati oleh kedua belah pihak-pun sebenarnya berusaha mencegah perang, dia berusaha membagi tanah Astina dengan adil agar tidak terjadi perang – namun usulan agar Indraprasta dikembalikan ke Pendawa ditolak oleh Kurawa – maka demikianlah cerita perang Baratayudha tersebut dimulai. Membaca berita-berita financial dunia akhir-akhir ini mengingatkan saya pada cerita tentang perang Baratayudha tersebut diatas yang dahulu suka saya baca sewaktu sekolah. Banyak sekali kemiripannya, bahkan suasana malam di Kurusetra menjelang peperangan tersebut seolah kini hadir dengan ‘Kurusetra’-nya berupa seluruh wilayah bumi. Pidato gubernur bank sentral Inggris dihadapan para pengusaha menjelang keberangkatannya ke pertemuan para menteri keuangan G 20 akhir pekan ini misalnya mirip dengan kegundahan hati prajurit yang hadir di Kurusetra. Kepada para pebisnis yang berkumpul dia menyampaikan dampak dari currency war “setiap negara akan menderita kehancuran sebagai konsekwensinya…”. Lantas siapa yang menjadi Resi Bisma ?, saya melihat Dollar paling pas dengan lakon Resi Bisma ini. Dia dihormati (baca : digunakan) oleh seluruh negara, tetapi ketika perang Baratayudha pecah dia menjadi panglima perang Kurawa. Meskipun sudah tua, dia sempat membuat prajurit Pendawa kucar-kacir. Ini mirip dengan kondisi negara-negara di dunia yang saat ini diombang-ambingkan oleh permainan nilai Dollar. Pengunjung mencari info tentang :Cerita perang baratayudhaakhir perang baratayudhaperang bratayuda pandawa kurawaresi bisma dewi amba srikandi
Selama 2500 tahun lebih emas adalah uang bagi seluruh peradaban manusia. Bahkan setelah Perang Dunia II-pun melalui Breton Wood Agreement 1945, uang masih dikaitkan dengan emas. Seperti dalam rangkaian balon dibawah, balon pertama US$ diikat dengan emas – 1 oz setara dengan US$ 35. Kemudian rangkaian balon berikutnya (Rupiah, Yen dlsb) diikat dengan US$ atau langsung terhadap emas. Lantas apa jadinya ketika ikatan terhadap emas tersebut diputus sejak 15 Agustus 1971 melalui kejadian yang mengguncang dunia yang disebut Nixon Shock ?, seperti balon yang dilepas dari ikatannya – harga emas terus membubung tinggi. Bila pada tahun-tahun sebelum ikatan tersebut dilepas harga emas dunia berada pada kisaran US$ 35/Oz; pada tahun 1971 ketika ikatan dilepas, harga emas mulai merangkak ke angka US$ 40/Oz – kini harga itu telah mencapai US$ 1200-an/Oz atau dalam US$ naik 30 kali-nya selama kurun waktu 40 tahun saja. Balon Rupiah lebih tinggi lagi terbangnya. Bila pada tahun pelepasan ikatan tersebut harga emas masih dikisaran Rp 500/gram ; kini harga itu di kisaran Rp 350,000/gram atau naik 700 kalinya selama 40 tahun terakhir !.
Tulisan ini saya sarikan dari buku Gold Wars : The Battle Against Sound Money As Seen From Swiss Perspective , karya Ferdinand Lips (Foundation for Advancement of Monetary Education, 2001). Menariknya, buku ini ditulis oleh seorang Swiss Banker – yang bahkan sempat mendirikan bank sendiri menggunakan namanya – yang sangat tahu seluk beluk permainan terhadap emas dunia.
Menutut Lips ini perang terhadap emas dimulai tahun 1933 ketika President Amerika waktu itu Franklin D Roosevelt menyita seluruh emas yang dimiliki warga negaranya, dan menaikan harga emas di negeri itu dari US$ 20.67/ounce ke US$ 35.00/Ounce. Perang ini menjadi semakin serius sejak ditinggalkannya Breton Woods Agreement 1971 – dimana sejak saat itu praktis tidak ada satu uang-pun di dunia yang dikaitkan dengan emas – kecuali Swiss.
Swiss merupakan negara yang bertahan mengkaitkan uangnya dengan emas sampai tahun 1992 – itulah sebabnya sampai tahun tersebut mata uang Swiss yaitu Swiss Franc adalah yang paling kuat di dunia. Swiss dahulu juga merupakan surga bagi warga dunia yang ingin mengamankan asetnya.
