Datang langsung (dengan perjanjian):
Ruko Panbil blok C No.12B, Muka Kuning.
Dinar dan Dirham adalah ibarat sejoli yang hidup berdampingan dalam system mata uang Islam. Bila di situs ini tulisan saya selama ini masih lebih fokus ke Dinar – ini adalah karena Dinar lebih praktis pengelolaannya, lebih rendah risikonya dan juga lebih rendah komponen biaya cetak untuk pengadaannya. Namun seiring dengan permintaan Dirham yang mulai juga tumbuh, insyaAllah kamipun akan meresponse permintaan tersebut secara memadai dalam waktu dekat. Sama dengan Dinar kami yang sekarang dicetak oleh LM-Antam dan PERURI, Dirham kamipun selain dicetak oleh LM-Antam seperti yang terjadi selama ini – juga akan dicetak oleh PERURI untuk menambah pilihan yang ada di masyarakat dan juga menambah supply. Dibandingkan dengan Dinar yang sudah dikenal luas lebih dahulu oleh masyarakat, setidaknya tiga masalah tersebut diatas yaitu kepraktisan, risiko dan biaya cetak perlu dipahami juga oleh masyarakat sebelum Dirham ini juga digunakan secara luas sebagaimana Dinar. Pertama adalah dari sisi kepraktisan, specific grafity emas adalah 19,320 kg/m3 sedangkan perak memiliki specific grafity 10,490 kg/m2; maka di bank-bank yang menyediakan safe deposit box (SDB) ukuran kecil dengan dimensi 12.5 cm x 12.5 cm x 60 cm akan dapat menyimpan emas (asumsinya tanpa pembungkus apapun) sekitar 181 kg, sedangkan untuk menyimpan perak hanya cukup untuk sekitar 98 kg. Dengan tingkat harga saat ini Rp 420,000/gram untuk emas dan Rp 9,500/gram untuk perak, maka safe deposit box kecil tersebut cukup untuk menyimpan emas senilai sekitar Rp 76 Milyar, sedangkan untuk perak hanya cukup untuk menyimpan sekitar Rp 930 juta. Artinya dari sisi pengelola seperti Gerai Dinar , untuk mengelola Dirham dengan nilai yang sama dengan Dinar akan memerlukan ruang penyimpanan yang besarnya kurang lebih 82 kalinya. Pengunjung mencari info tentang :5 dirham antamdinar indonesiaharga perak hari ini dalam rupiah di batam
Sebulan terakhir saya coba mengamati harga-harga Dinar dan Dirham yang terjadi di luar negeri khususnya adalah Malaysia melalui World Islamic Mint Malaysia, UAE melalui World Islamic Mint (Abu Dhabi) dan e-Dinar. Hasilnya ternyata masih seperti yang pernah saya tulis sekitar 6 bulan lalu ketika harga emas dunia mulai melejit, yaitu harga-harga Dinar dan Dirham yang kami perkenalkan melalui situs ini secara persistent berada jauh dibawah harga-harga Dinar dan Dirham di negeri Jiran dan Timur Tengah. Rata –rata sebulan terakhir harga Dinar kita lebih rendah hampir 10% dari Dinar di negeri Jiran, bahkan harga Dirham kita berada di sekitar 36 % lebih rendah dari Dirham di negeri tetangga tersebut. Pada saat artikel ini saya tulis misalnya, dengan spesifikasi kadar dan berat yang sama Dinar di Malaysia dihargai RM 660 atau sekitar Rp 1,910,000,- dan Dirham di hargai RM 23 atau sekitar Rp 66,000,-. Pada saat yang bersamaan di Abu Dhabi Dinar diharga US$ 213 atau sekitar Rp 1,868,000,- dan Dirham dihargai US$ 7.39 atau sekitar Rp 64,000,-. Yang masih lebih murah dari kita hanya e-Dinar yaitu Dinar US$ 194.03 ( sekitar Rp 1.7 juta) dan Dirham 3.35 (sekitar 30 ribu), hanya saja ketika Anda klik di Dinar & Dirham Shop mereka untuk membeli Dinar dan Dirham secara fisik – maka harga yang digunakan adalah harga Dinar dan Dirham yang sama dengan World Islamic Mint – Abu Dhabi tersebut diatas. Walhasil dibandingkan dengan ketiga sumber di luar negeri tersebut – harga Dinar dan Dirham di jaringan Gerai Dinar selama ini adalah terlalu murah. Hal ini bisa dilihat dari grafik perbandingannya sebulan terakhir dibawah. Disparitas Harga Dinar Emas Indonesia vs Malaysia Pengunjung mencari info tentang :grafik harga dirhamjual beli e-dinarjual e-dinardirham lebih mahal dari harga perak per gramdirhamshop tkharga perak pergram 2013 di batamjual beli e dinarjual-beli e-dinar
Setelah sekitar tiga tahun berjalan sosialisasi Dinar yang kami lakukan melalui situs ini, banyak hal yang patut disyukuri seperti meluasnya pemahaman tentang uang yang sesungguhnya atau uang yang adil. Yang lebih terasa lagi bagi yang sudah menggunakannya adalah terlindunginya asset dari gerusan inflasi. Namun gerakan Dinar tidak hanya akan sampai disini – dimana Dinar hanya menjadi instrumen investasi dan proteksi nilai bagi para pemiliknya, Dinar akan kita dorong terus menjadi penggerak sektor riil yang sesungguhnya, “…supaya harta itu jangan hanya beredar diantara orang-orang kaya saja …” (QS 59:7). Bagaimana caranya ?. Dinar adalah uang paripurna yang ketiga fungsinya dapat dijalankan sepenuhnya sepanjang jaman. Kalau pintu masuk yang kami gunakan untuk memperkenalkannya selama ini adalah pintu store of value atau penyimpan nilai – ini lebih karena pintu inilah yang paling mudah dan efeknya langsung dirasakan ditengah meraja lelanya inflasi uang kertas. Fungsi berikutnya yang juga sudah mulai luas digunakan adalah fungsi unit of account – satuan pencatatan atau timbangan yang adil. Masyarakat pengguna Dinar kini sudah biasa juga bermuamalah dengan satuan Dinar; BMT yang kami kelola yaitu BMT Daarul Muttaqiin bahkan memiliki ‘produk unggulan’ berupa pinjaman tanpa beban yang hanya dimungkinkan bila unit of account atau timbangan yang digunakan adalah timbangan yang adil yang tidak susut nilainya sepanjang jaman yaitu Dinar. Fungsi terakhir yang meskipun sulit tetapi harus bisa dilakukan adalah memperkenalkan Dinar sebagai medium of exchange atau alat tukar. Setidaknya ada dua masalah besar yang perlu dihadapi. Pertama adalah masalah hukum formal, dimana di negara ini (dan juga negara-negara lain di dunia) undang-undangnya hanya mengijinkan Rupiah yang menjadi alat tukar di negeri ini (atau uang kertas negara masing-masing yang berlaku di negaranya). Pengunjung mencari info tentang :manfaat investasi secara mikromanfaat transaksi bagi masyarakatmodal dinar
Dari sejarah kita tahu, yang berperan men-trigger Perang Dunia II (PD II) adalah serangan kolosal 353 pesawat-pesawat tempur Jepang ke pangkalan angkatan laut Amerika di Pearl Harbor, Hawaii pagi hari 7 Desember 1941. Setelah serangan ini, esuk harinya Amerika secara resmi mengumumkan perang terhadap Jepang yang kemudian menjadi awal dari rangkaian PD II. Bisa jadi Jepang juga akan men-trigger ‘Perang Dunia III’ lagi, tetapi kali ini tidak dengan serangan militer, tetapi dengan intervensi finansial. Gejala-gejala ‘perang’ di dunia financial ini pernah saya ingatkan melalui tulisan tanggal 24 Agustus 2010, saat itu harga emas dunia masih berada di angka US$ 1,226/Oz. Kini tidak sampai enam minggu kemudian harga emas berada di kisaran US$ 1,348/Oz atau naik hampir 10%. Harga ini berkemungkinan terus naik karena ‘perang’ baru saja dimulai. Adalah Jepang yang memulainya secara terbuka melalui menteri keuangannya Yoshihiko Noda yang baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan melakukan decisive stepstermasuk intervention bila perlu terhadap foreign exchange market. Karena intervensi ini tidak dilakukan Jepang dalam enam tahun terakhir, maka tidak heran bank-bank central lainnya tentu mulai pasang kuda-kuda terhadap deklarasi terbuka dari Jepang ini. Diantara negara-negara yang akan terkena ‘serangan’ Jepang ini langsung maupun tidak langsung, ada yang meresponsenya dengan diam-diam seperti yang dilakukan Swiss Nation Bank dengan membeli milyaran Euro agar nilai tukar Swiss Franc terhadap Euro rendah – agar ekonominya tetap kompetitif. Ada pula yang mulai mengangkatnya menjadi issue serius dan provokasi terbuka seperti yang dilakukan China dan Amerika. Apa dampak dari perang terbuka di dunia financial ini bagi kehidupan (ekonomi) kita ?. Saat ini pasar uang dunia nilainya sekitar US$ 4 trilyun per hari , sedangkan nilai kapialisasi stock market di seluruh dunia totalnya sekitar US$ 36 trilyun. Artinya bila seluruh nilai saham yang diperdagangkan di dunia dikumpulkan jadi satu, ini hanya setara dengan 9 hari perdagangan di pasar uang.
Dalam tulisan saya tanggal 12 Desember 2008 lalu saya mengutip pendapat Ibnu Taimiyyah tentang bagaimana seharusnya penguasa negeri mencetak fulus : “Jumlah fulus ( uang yang lebih rendah dari Dinar dan Dirham seperti tembaga) hanya boleh dicetak secara proporsional terhadap jumlah transaksi sedemikian rupa sehingga terjamin harga yang adil. Penguasa tidak boleh mencetak fulus berlebihan yang merugikan masyarakat karena rusaknya daya beli fulus yang sudah ada di mereka”. Andai saja pemikiran Ibnu Taimiyyah tersebut dijadikan rujukan oleh para pemegang otoritas moneter dan keuangan dunia; Insyaallah berbagai krisis yang mendera umat seluruh dunia ini tidak akan terjadi. Karena kesombongan manusia, mereka enggan mencari petunjuk yang benar – alih-alih belajar dari kekeliruan sebelumnya – mereka malah membenamkan umat manusia ke potensi krisis yang lebih besar lagi. Saya ambilkan bukti nyatanya dari apa yang dilakukan oleh pemerintah Inggris akhir-akhir ini. Pengunjung mencari info tentang :harga dinar tgl 12 februari 2013mencetak balance sheetsQuantitative Easing di inggrisquantitative easing menurut islam
