Harga Kambing

Muhaimin Iqbal on January 27th, 2012

Harian umum Republika kemarin (Kamis 26/01/2012) memuat tulisan dua pakar ekonomi tentang Promosi Dinar-Dirham. Intinya mengomentari bahwa promosi Dinar-Dirham selama ini dikatakannya sebagai  ‘sangat kontra produktif’,  ‘lebay’ dan ‘kurang mendidik’.  Masalah yang diangkat adalah katanya ada yang mempromosikan Dinar sebagai uang yang ‘tidak mengenal inflasi’ – entah siapa yang dimaksud. Maka melalui tulisan ini saya ingin meluruskan saja, [...]

Continue reading about Inflasi Terhadap Dinar?

Muhaimin Iqbal on June 23rd, 2011

Dalam banyak kesempatan ketika saya menjelaskan tentang stabilitas daya beli emas atau Dinar terhadap kebutuhan pokok manusia, saya sering menggunakan bukti kambing ukuran baik standar qurban yang selalu bisa dibeli dengan satu koin Dinar sejak lebih dari 1400 tahun lalu. Meskipun bukti ini berdasarkan hadits dan data empiris jaman ini, temen-temen saya para ekonom sering [...]

Continue reading about Antara Kambing, Minyak dan Emas

Muhaimin Iqbal on November 1st, 2010

Ada seorang teman yang saya kenal baik sejak tahun 1990-an hingga kini, karena kedekatan tersebut dia cukup leluasa mengungkapkan segala problem financial-nya ke saya. Pada tahun 1995 dia diangkat menjadi manager di perusahaan asing dengan penghasilan sekitar Rp 10 juta per bulan; kini dia  direktur di salah satu group perusahaan besar dengan gaji Rp 100 [...]

Continue reading about Dinar Sebagai Yardstick Kemakmuran dan Perencanaan Keuangan

Muhaimin Iqbal on November 21st, 2008

Tiga pekan lagi kita akan merayakan Idul Adha sekaligus kesempatan untuk menambah pahala dengan menyembelih hewan Qurban. Sudah lama saya tidak mengurusi harga kambing, terakhir ngurusi ketika menjadi ketua DKM di Masjid komplek dan ikut memantau harga-harga kambing yang ditawarkan supplier. Saat itu (2002-2003) harga kambing masih dikisaran Rp 500 ribu-an. Hari-hari ini pedagang kambing [...]

Continue reading about Saatnya Beli Kambing