Koin Dinar

Entah siapa yang lebih pinter dan lebih berpikiran maju di era tidak berdayanya mata uang kertas dalam menghadapi krisis financial global yang masih segar di ingatan kita, tetapi ada tiga peristiwa penting yang bisa jadi pelajaran kita yang  terjadi dalam setahun terakhir ini dalam hal mata uang dunia. Di Indonesia pekan lalu tanggal 24 Mei [...]

Continue reading about Setelah Kelantan (Malaysia) dan Utah (Amerika), Bagaimana Dengan Kita?

Muhaimin Iqbal on May 6th, 2011

Sejak pertama kali memperkenalkan Dinar emas ke masyarakat lebih dari tiga tahun lalu, kami sudah mengidentifikasi setidaknya ada dua institusi atau lembaga yang bisa mencetak Dinar dengan kwalitas terbaik dibidangnya di Indonesia yaitu Logam Mulia  (LM) – PT. Aneka Tambang, Tbk dan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). LM memenuhi standar kwalitas terbaik karena produk [...]

Continue reading about Dinar Peruri : Babak Baru Dalam Penyebaran Dinar

Muhaimin Iqbal on February 16th, 2011

Maraknya sosialisasi Dinar melalui web seperti yang dimiliki oleh GeraiDinar dengan jaringan agency-nya yang hingga kini mencapai lebih dari 40 web, dan buku-buku Dinar yang kini bukan hanya kami tulis sendiri tetapi juga mulai ditulis dengan sangat bagus oleh agen kami Pak Endy Junaedy Kurniawan dari Salma Dinar, telah menimbulkan akselerasi kebutuhan koin Dinar di [...]

Continue reading about Program Akselerasi Likwiditas Dinar Dari GeraiDinar

Muhaimin Iqbal on January 3rd, 2010

Sepanjang tahun 2009 kemarin, Rupiah nampak berpenampilan tidak seperti biasanya. Tidak hanya diukur terhadap US$ , tetapi terhadap sekelompok mata uang kuat dunia lainnya yang saya sebut sebagai Rupiah Index (RIX). Rupiah mengalami kenaikan sampai 4 basis point dalam RIX, hal ini diluar kebiasaannya karena dari tahun ketahun Rupiah Index ini statistiknya menunjukkan penurunan terus menerus. [...]

Continue reading about Review 2009 : Kinerja Rupiah, Dollar & Dinar

Muhaimin Iqbal on May 6th, 2009

Dalam tulisan saya tanggal 25 Februari 2009 dengan judul “Dinar Emas : 22 Karat Atau 24 Karat-Kah ?” saya menjelaskan mengenai berapa karat koin Dinar seharusnya. Kali ini saya ingin mengulas lebih dalam menyangkut apakah Dinar harus berupa koin emas atau bisa berupa emas dalam bentuk lain.

Dari sekian banyak sumber yang coba saya gali, satu-satunya dalil kuat yang mengatur tentang Dinar adalah mengatur tentang beratnya – yaitu apabila dipertukarkan sama jenis (emas dengan emas) haruslah sama beratnya.
Haditsnya adalah Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari ‘Ubadah bin Shamit, Nabi s.a.w bersabda: “(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (denga syarat harus) sama jumlahnya dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.”

Dari tulisan sebelumnya kita ketahui bahwa dunia Islam baru mencetak dan menggunakan Dinar-nya sendiri sekitar tahun 75 H-76 H. Bisa dibayangkan saat itu betapa sulitnya mencetak Dinar dengan baik, lihat Dinar Islam diawal-awal pencetakannya seperti gambar diatas. Kalau dilihat bentuknya, tidak bisa dakatakan standar bukan ?.

Continue reading about Haruskah Dinar Berupa Koin ?