Datang langsung (dengan perjanjian):
Ruko Panbil blok C No.12B, Muka Kuning.
Perang mata uang meskipun tanpa deklarasi resmi – diakui atau tidak oleh para pelakunya – faktanya kini tengah terjadi. Dan sebagaimana sejarah membuktikannya, perang pasti berakhir. Yang belum pasti adalah akan seperti apa akhir dari peperangan ini, seperti apa wajah dunia saat itu ?, seperti Hiroshima dan Nagasaki-kah ?. Bisa jadi demikian, maka berbagai pihak kini bersiap menghadapinya. Melihat fakta sejarah, dimana Amerika tega dan nekat menjatuhkan bom atom Little Boy di atas Hiroshima (6/8/45) dan Fat Man di atas Nagasaki (9/8/45) yang keduanya membunuh sekitar 250,000-an orang tidak terkecuali bayi, wanita dan orang-orang jompo, maka untuk mengakhiri perang mata uang ini – sangat mungkin Amerika bisa melakukan hal yang nekat dan tega lagi – dengan mengorbankan kepentingan bangsa-bangsa lain di dunia. Kondisinya sekarang adalah Amerika sudah geregetan dengan mitra-mitra dagang utamanya seperti China, Jepang, Korea, Thailand dan bahkan Swiss yang gemar melakukan intervensi pasar uang untuk menekan nilai mata uangnya. Dampak dari deficit perdagangan dengan negara-negara tersebut – yang di trigger oleh tidak competitive-nya US$, konon kini tingkat pengangguran di Amerika mencapai 17.1 % berdasarkan U6 Index terakhir dengan trend menaik. Kali ini bukan bom atom yang akan dijatuhkan, tetapi bisa saja berupa apa yang disebut Quantitative Easing 2 (QE 2). Bila QE 1 yang mereka lakukan di puncak krisis 2008/2009 bersifat darurat untuk mencegah ekonomi negeri itu terjuh bebas, QE 2 ini akan menjadi alat Amerika untuk sembuh dari penyakit kronis dalam system ekonominya. Pengunjung mencari info tentang :mata uang baru 2013 bancor
Meskipun secara formal system keuangan global yang dikomandoi IMF masih melarang penggunaan emas dalam salah satu Article of Agreement-nya yang mengikat pada seluruh anggota IMF, namun rupanya secara diam-diam emas telah kembali masuk kedalam system keuangan global yang dikelola oleh IMF sendiri. Tepatnya melalui jalur Bank for International Settlement (BIS), yaitu ‘bank’-nya bank-bank sentral dunia yang bermarkas di Basel – Switzerland. Adalah laporan BIS tutup tahun buku 31/03/2010 yang di publikasikan akhir bulan lalu (28/06/2010) yang pertama kalinya mengungkap masalah tersebut. Meskipun ngumpet dalam catatan keterangan laporan keuangannya seperti yang saya copy-kan dari laporan tahunan BIS 2010 dibawah (laporan detailnya dapat Anda download sendiri dari situs resmi BIS dengan klik disini) , realita ini mengundang berbagai pertanyaan besar dan spekulasi serius tentang masa depan system keuangan global. Gold Swap in BIS
Ketika sepuluh bulan lalu saya menulis Tinggalkan Dollar Selagi Sempat…!, banyak yang mengkritik tulisan tersebut sebagai provokatif, tidak realistik, sentimen pribadi, apriori terhadap barat dan lain sebagainya. Nah sekarang terbukti sepuluh bulan kemudian United Nation (PBB) – badan yang paling dihormati pemerintah-pemerintah dunia – seperti menguatkan seruan tersebut dalam laporannya paling gres yang dikeluarkan kemarin, siapa yang tidak realistik sekarang ?. Seperti dikutip kantor berita Reuters yang kemudian menyebar ke seluruh dunia lewat berbagai media, laporan terbaru PBB yang di released Selasa kemarin menyerukan ditinggalkannya US Dollar sebagai mata uang cadangan utama dunia (main reserve currecy). Alasan utamanya adalah sudah terbukti bahwa US$ tidak dapat menjaga nilainya. Disebutkan pula di laporan ini bahwa negara-negara berkembang paling dirugikan dengan penurunan nilai terus menerus dari US$ dalam beberapa tahun belakangan ini. “Termotivasi oleh keinginan memproteksi diri (self-insurance) dari gejolak pasar komoditi dan aliran modal, banyak negara berkembang menumpuk US$ sebagai cadangan selama dasawarsa 2000-an” kata laporan tersebut.
Pada tahun 1982 ada film dengan latar belakang Perang Dunia ke II yang diberi judul Sophie’s Choice. Film yang meraih banyak piala ini, menceritakan pengalaman seorang ibu (Sophie) dengan dua anaknya – laki (Jan) dan perempuan (Eva)- yang ditahan oleh serdadu musuh. Si ibu diberi tawaran oleh serdadu musuh, salah satu dari anaknya hendak dibunuh – tetapi siibu disuruh memilih yang mana. Bila dia tidak mau memilih – maka keduanya akan dibunuh. Si ibu tidak bisa memilih, tetapi harus memilih – maka dipilihlah anak laki-lakinya Jan yang tetap hidup dan anak perempuannya Eva yang dibunuh musuh. Pilihan yang amat sangat sulit – sehingga sepanjang sisa hidupnya siibu ini hanya bisa menyesali keputusan yang harus diambilnya. Judul film ini begitu terkenalnya sehinggan istilah Sophie’s Choice menjadi istilah baru saat itu untuk menggambarkan bila kita dihadapkan pada suatu kondisi yang sama tidak enaknya – sama seperti istilah ‘Buah Simalakama’ yang kita kenal. Istilah ini-pun belakangan digunakan oleh para pengamat Dollar untuk menggambarkan kesulitan dunia untuk memilih antara mempertahankan Dollar sebagai reserve currency atau menggantinya dengan mata uang lain yang belum diketahui apa bentuknya. Pengunjung mencari info tentang :Shopies choice adalahfilm sophies choice menceritakan
