Lompat ke konten
Home » Satu Lagi Pertanda Kehancuran Uang Kertas : Pagi Ini Harga Dinar Melewati Angka Psikologis Berikutnya Yaitu Rp 1,200,000,-

Satu Lagi Pertanda Kehancuran Uang Kertas : Pagi Ini Harga Dinar Melewati Angka Psikologis Berikutnya Yaitu Rp 1,200,000,-

Kurang dari tiga minggu lalu – tepatnya tanggal 11 januari 2008, saya menulis di blog ini bahwa Dinar sedang menuju angka psikologis berikutnya yaitu Rp 1,200,000. Pagi ini analisa tersebut terbukti. Dengan demikian berarti dalam 1 bulan terakhir Dinar melewati dua angka psikologis – setelah tanggal 3 Januari 2005 Dinar melewati angka Rp 1,100,000,-.

Hal ini sama sekali bukan berarti saya peramal atau tahu sesuatu sebelum terjadi, tetapi semata karena pola kehancuran uang kertas yang tidak bisa dipisahkan dari riba ini begitu jelas dan dijanjikan sendiri oleh Allah swt. Lihat tulisan saya sebelumnya mengenai Kehancuran Uang Kertas, dan juga tulisan mengenai Harga Dinar.

Selain bisa dilihat dari kacamata keimanan kita terhadap kebenaran Al-Qur’an ; proses kehancuran uang kertas ini juga dapat dilihat dari analisa terhadap realitas pasar. Hal ini bahkan diakui oleh praktisi atau spekulan pasar sekaliber George Soros. Dalam pertemuan di Davos – Swiss pekan lalu ia bahkan mengguncang pasar uang dengan pernyataannya bahwa penurunan nilai Dollar sekarang ini akan menuju berakhirnya dominasi mata uang Dollar yang berlaku di dunia saat ini. Kenyataan ini membuktikan sekali lagi bahwa tidak ada mata uang kertas yang bisa berumur panjang. Keberadaannya bisa jadi akan tetap dipaksakan, tetapi nilainya tidak ada.

Ketidak percayaan pasar terhadap Dollar-lah yang menjadi penyebab utama melonjaknya harga emas internasional di seluruh perdagangan kemarin. Bukan emasnya yang naik tetapi daya beli Dollar-nya yang semakin menurun. Kalau US Dollar saja yang selama ini dianggap perkasa bisa hancur, apa yang membuat kita percaya bahwa uang kertas kita akan tetap perkasa ? .

Perlu diingat bahwa dalam jangka pendek menurunnya nilai Dollar atau naiknya nilai emas ini juga masih sangat kuat dipengaruhi oleh spekulasi pasar bahwa Federal Reserve akan menurunkan lagi suku bunganya secara significant dalam rapat rutinnya tiga hari mendatang. Apabila spekulasi ini tidak terbukti – sangat mungkin harga emas akan turun kembali setelah itu.

Apabila harga emas turun awal minggu depan, ini akan bersifat sementara – karena trend utamanya akan tetap naik seperti saya uraikan di beberapa tulisan sebelumnya yang saya sebut diatas. Wallahu A’lam bi Showab.

Baca Selanjutnya
Akhir Currency War: Antara Resi Bisma dan Dewi Srikandi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malcare WordPress Security