Dr. Ir. Chablullah Wibisono, MM

Produk iQirad Dinar Emas

Artikel ini adalah makalah ilmiah yang disampaikan di Seminar Dinar Dan Industri, Penerapan Dinar Dan Industri Sebagai Solusi Krisis Perekonomian Global, 3 November 2016, di Plaza Khazanah, Sukajadi, Batam.

(Makalah ketiga dari 3 Makalah)

Makalah pertama: Kembalinya Dinar Dirham, Kembalinya Muamalat

Makalah kedua: Kembalinya Dinar Dirham, Kembalinya Muamalat

iQiradh Batam Dinar

iQirad menekankan pada aspek pinjaman modal dan penyerahan sebagian keuntungan untuk si peminjam, sedangkan Mudharabah menekankan pembagian keuntungan antara pemilik modal dan pengusaha yang menerima modal.Pada tahap awal, program ditawarkan adalah Mudharabah terbatas yaitu usaha pengadaan Dinar dan penjualannya ke masyarakat. Mudharib (Gerai Dinar) dapat membebankan biaya biaya yang langsung terkait dengan usaha yang di-Mudharabahkan sebagai beban account Mudharabah.

Untuk usaha Gerai Dinar, beban biaya ini meliputi biaya pengadaan Dinar, transportasi, penyimpanan, asuransi, layanan nasabah (biaya sms gateway, web dan seterusnya) dan pajak. Persentase pembagian keuntungan disepakati di depan antara Mudharib (Gerai Dinar) dan Shahib al Mal (Anda).

Baca Selengkapnya »Produk iQirad Dinar Emas

Kembalinya Dinar Dirham, Kembalinya Muamalat

Artikel ini adalah makalah ilmiah yang disampaikan di Seminar Dinar Dan Industri, Penerapan Dinar Dan Industri Sebagai Solusi Krisis Perekonomian Global, 3 November 2016, di Plaza Khazanah, Sukajadi, Batam.

(Makalah kedua dari 3 Makalah)

 

Makalah pertama: Kembalinya Dinar Dirham, Kembalinya Muamalat

Dinar Emas dan Dirham Perak bisa dibeli di Batam Dinar

Dinar sebagai mata uang syariah berlaku sepanjang masa Islam, sejak zaman Nabi Muhammad s.a.w, masa Khulafaurrasiddin, selama Bani Umayyah di Andalusia dan Afrika, Bani Abbasiyah di Iraq, Kesultanan Mamluk di Mesir, Kesultanan Nusantara (Sulu, Malaka sampai Ternate), Kesultanan Mogul di anak Benua India, terakhir di bawah Daulah Utsmani yang meliputi tiga benua (Eropa, Asia, dan Afrika). Kedua koin emas dan perak ini hilang bersamaan dengan berakhirnya hukum muamalat, karena runtuhnya otoritas yang menjaganya, Daulah Utsmani, 1924 M.

Bisa ditambahkan bahwa berbagai wilayah daulah Islam itu menganut madhab yang berbeda, baik Maliki, Hanafi, Hanbali, maupun Syafi’i, tapi dalam hal mata uang tak ada perbedaan pendapat. Ketika modernisme dan sekularisme melanda wilayah-wilayah Islam, yang itu berarti pengadopsian kapitalisme sebagai sistem ekonomi, dinar dan dirham berganti menjadi uang kertas. Muamalat pun ikut berakhir bersamanya.

Baca Selengkapnya »Kembalinya Dinar Dirham, Kembalinya Muamalat

Mengembalikan Kegemilangan Ekonomi Dengan Dinar Emas

Artikel ini adalah makalah ilmiah yang disampaikan di Seminar Dinar Dan Industri, Penerapan Dinar Dan Industri Sebagai Solusi Krisis Perekonomian Global, 3 November 2016, di Plaza Khazanah, Sukajadi, Batam.

(Makalah pertama dari 3 Makalah)

 

  1. Islam itu Canggih

Islam itu canggih, tidak ada agama secanggih Islam (Hadist)

  1. Islam Kaffah QS Al Baqarah 208

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱدۡخُلُواْ فِى ٱلسِّلۡمِ ڪَآفَّةً۬ وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٲتِ ٱلشَّيۡطَـٰنِ‌ۚ إِنَّهُ ۥ لَڪُمۡ عَدُوٌّ۬ مُّبِينٌ۬ (٢٠٨)

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Baca Selengkapnya »Mengembalikan Kegemilangan Ekonomi Dengan Dinar Emas