investasi

Produk iQirad Dinar Emas

Artikel ini adalah makalah ilmiah yang disampaikan di Seminar Dinar Dan Industri, Penerapan Dinar Dan Industri Sebagai Solusi Krisis Perekonomian Global, 3 November 2016, di Plaza Khazanah, Sukajadi, Batam.

(Makalah ketiga dari 3 Makalah)

Makalah pertama: Kembalinya Dinar Dirham, Kembalinya Muamalat

Makalah kedua: Kembalinya Dinar Dirham, Kembalinya Muamalat

iQiradh Batam Dinar

iQirad menekankan pada aspek pinjaman modal dan penyerahan sebagian keuntungan untuk si peminjam, sedangkan Mudharabah menekankan pembagian keuntungan antara pemilik modal dan pengusaha yang menerima modal.Pada tahap awal, program ditawarkan adalah Mudharabah terbatas yaitu usaha pengadaan Dinar dan penjualannya ke masyarakat. Mudharib (Gerai Dinar) dapat membebankan biaya biaya yang langsung terkait dengan usaha yang di-Mudharabahkan sebagai beban account Mudharabah.

Untuk usaha Gerai Dinar, beban biaya ini meliputi biaya pengadaan Dinar, transportasi, penyimpanan, asuransi, layanan nasabah (biaya sms gateway, web dan seterusnya) dan pajak. Persentase pembagian keuntungan disepakati di depan antara Mudharib (Gerai Dinar) dan Shahib al Mal (Anda).

Baca Selengkapnya »Produk iQirad Dinar Emas

Emas Dan Sinyal Perubahan Ekonomi Dunia

Ada dua hal yang mendorong harga emas naik hampir 8.5 % dalam satu bulan terakhir dan bisa saja ini berlanjut. Pertama perubahan yang dipicu oleh ketidak stabilan baru ekonomi dunia karena merosotnya harga minyak, dan yang kedua disebabkan oleh apa yang disebut SNB (Swiss National Bank) Black Swan – yaitu kejadian sangat langka/tidak terduga yang dilakukan oleh otoritas moneter Swiss. Keduanya menjadi pelajaran sangat penting bagi negeri ini – bila tidak ingin  menjadi korban dari adanya perubahan-perubahan paradigma ini.

Pertama yang terkait dengan harga minyak, sebagai negeri pengimpor netto minyak (net importer) untuk sementara waktu tentu kita diuntungkan dengan harga minyak dunia yang telah mengalami penurunan sekitar 58 % selama enam bulan terakhir. Harga BBM kita yang sempat melonjak tanpa alasan yang jelas akhir tahun lalu pun – kini diturunkan kembali mendekati harga sebelum lonjakan tersebut terjadi.

Baca Selengkapnya »Emas Dan Sinyal Perubahan Ekonomi Dunia

Wabah dan Penyakit Kronis Finansial

Ketika Anda terkena flu dan bersin di ruang publik, besar kemungkinan kerumunan orang di sekitar Anda akan ikut terkena flu. Seperti inilah situasi pasar financial global di era teknologi informasi. Eropa yang bersin-bersin beberapa tahun ini – terakhir hari-hari ini Ukraina – bisa membuat negara-negara dalam ‘kerumunan’nya ikut terkena flu. Sama dengan ketika Thailand bersin di tahun 1997 , yang kemudian terkena ‘sakit flu parah’ malah Indonesia. Bagaimana wabah ini menyerang urusan finansial Anda dan bagimana Anda bisa menghindarinya ?

Rata-rata orang Indonesia mengalami dampak ‘flu berat’ Indonesia pada tahun 1997 tersebut. Penghasilan kita bila dinilai dalam mata uang Dollar atau dinilai dengan emas saat itu terpotong sampai kisaran 75 %. Tidak semua terkena memang, sama dengan dalam setiap wabah penyakit – orang yang fit kondisinya dia bisa saja selamat dari serangan wabah yang hebat sekalipun.

Baca Selengkapnya »Wabah dan Penyakit Kronis Finansial

Akan Kemana Harga Emas Sekarang?

Ini pertanyaan yang sering sekali sampai ke saya, dan terus terang jawabannya saya sendiri tidak tahu. Bukan hanya saya, bahkan para ahli di raksasa investasi dunia seperti Goldman Sachs – pekan lalu membuat prediksi yang sangat keliru tentang harga emas. Mereka membuat prediksi bahwa bila terjadi kesepakatan antara Presiden Amerika dengan Congress untuk menghindari default – harga emas akan jatuh, tetapi ternyata yang terjadi malah sebaliknya.

Di hari terakhir puncak kekawatiran akan default-nya Amerika – tanggal 16/10/2013, harga emas berada pada US$ 1,273/ozt. Ketika Obama dan congress-nya berhasil sepakat menghindari default, tanggal 17/10/2013 harga emas malah melonjak menjadi US$ 1,319/ozt  atau mengalami kenaikan US$ 46/ozt – pada hari yang diprediksi oleh raksasa Goldman harusnya emas jatuh.

Baca Selengkapnya »Akan Kemana Harga Emas Sekarang?