Lompat ke konten
Home » Quantitative Easing

Quantitative Easing

‘Wag The Dog’ Harga Emas

Ada Joke yang dimulai dengan pertanyaan : ‘mengapa anjing suka mengibaskan ekornya ?’, jawabannya adalah ‘karena anjing lebih cerdas dari ekornya’. Kalau saja si ekor lebih cerdas dari anjingnya maka bisa jadi si ekorlah yang mengibaskan anjing – bukan sebaliknya. Perandaian ini yang kemudian dalam bahasa Inggris memunculkan idiom ‘Wag the Dog’ – si ekor yang mengibaskan anjingnya. Fenomena penurunan harga sangat tajam yang terjadi di pasar emas global dalam beberapa hari terakhir adalah fenomena yang mirip dengan ‘Wag the Dog’ ini

Dalam bahasa Inggris idiom ‘Wag the Dog’ adalah untuk menggambarkan pengelabuan perhatian secara sengaja dari sesuatu yang besar dan nyata kearah sesuatu yang direkayasa dan tidak nyata.

Baca Selengkapnya »‘Wag The Dog’ Harga Emas

Emas Di Persimpangan Jalan

Semalam harga emas dunia jatuh ke titik terendah selama sekitar 7 bulan terakhir. Penyebab utama kejatuhannya masih sama dengan penyebab kenaikannya selama lima tahun terakhir – yaitu keputusan Federal Reserve Amerika yang terkait dengan strategy Quantitative Easing (QE)-nya. Ketika QE dilakukan 2008, 2010 dan 2012 ketiganya mendorong harga emas ke atas, dan sebaliknya kini ketika QE diperdebatkan kelangsungannya – maka harga emas jatuh. Selanjutnya akan kemana harga emas?

Hari-hari ini harga emas berada di persimpangan jalan yang dalam bahasa orang pasar modal disebut death cross atau persimpangan kematian. Saya sendiri kurang setuju dengan penyebutan semacam ini karena mendramatisir situasi membuatnya seolah lebih buruk dari yang sesungguhnya. Saya  lebih suka menyebutnya persimpangan jalan atau cross road, karena lebih akurat menggambarkan situasi yang sesungguhnya.

Baca Selengkapnya »Emas Di Persimpangan Jalan

Harga emas naik

Pemilihan Presiden Amerika dan Harga Emas

Dunia dalam dua hari kedepan akan memusatkan perhatian pada hasil pemilu presiden Amerika yang dijadwalkan akan mulai bisa diketahui besuk  sore (6/11/2012) waktu setempat atau lusa pagi waktu kita. Hasil pemilu ini menarik perhatian begitu banyak pihak, termasuk para pemain perdagangan emas dunia – karena pengaruhnya memang bisa significant. Seperti apa harga emas pasca pemilu presiden AS tersebut ? berikut kira-kira scenario-nya.

Pemilu kali ini akan ketat dan bahkan mungkin tidak segera bisa diketahui hasilnya. Bila terjadi saling claim kemenangan seperti yang pernah terjadi dalam persaingan antara George W Bush vs Al-Gore tahun 2000, maka dampak langsungnya akan buruk bagi ekonomi Amerika – buruk bagi Dollar – dan harga emas bisa terkatrol naik.

Baca Selengkapnya »Pemilihan Presiden Amerika dan Harga Emas

Harga Emas Bukan Harga Cabe

Emas adalah produk generik global – semua peradaban di dunia sepanjang masa mengenal dan menghargainya, oleh karenanya komoditi ini begitu mudah mengalir dari satu tempat ke tempat lainnya mengikuti masyarakat mana yang memiliki nilai tukar atau daya beli terbaik. Karena sifatnya yang demikian, maka harga emas tidak terlalu dipengaruhi oleh supply and demand setempat sebagaimana produk pada umumnya. Cabe misalnya, begitu mudah melonjak-lonjak harganya ketika stok menghilang di pasar induk. Tetapi emas tidak demikian, antrian sangat panjang di Logam Mulia – Antam dari orang-orang yang berburu emas – tidak berpengaruh pada harga emas.

Mengapa demikian ? Bukankah di seluruh pasar yang menentukan harga adalah mekanisme supply and demand ?. Betul, tetapi untuk emas – karena sifatnya yang universal dan mudah mengalir tersebut, supply and demand yang berlaku adalah supply and demand global dan bukan supply and demand lokal. Naiknya permintaan emas menjelang Iedul Fitri di Indonesia , tahun baru imlek di China maupun perayaan Diwali di India – meskipun dua Negara terakhir ini adalah konsumen terbesar emas dunia – tetap tidak menggoncang harga emas dunia.

Lantas apa yang mudah menggoncang harga emas dunia ini ?  Ya daya beli uang di masing-masing Negara lah yang paling mudah menggoncang harga emas.  Di Indonesia harga emas pernah melonjak dari kisaran Rp 25,000/gram ke angka Rp 140,000/gram pada krisis moneter 1997/1998 karena daya beli Rupiah yang anjlog saat itu.  Sepanjang tahun  ini harga emas dunia melonjak dari kisaran US$ 1300-an ke angka US$ 1800-an per troy ounce juga karena anjlognya daya beli US$.

Baca Selengkapnya »Harga Emas Bukan Harga Cabe

Malcare WordPress Security